Ahli-ahli Ekonomi Dunia

Nama-nama Ahli Ekonomi

 1.                  Abraham Maslow (19081970)

Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs atau Hirarki Kebutuhan.

2.                  Adam Smith (5 Juni 1723 – 17 Juli 1790)

Seorang filsuf berkebangsaan Skotlandia yang menjadi pelopor ilmu ekonomi modern. Karyanya yang terkenal adalah buku An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (disingkat The Wealth of Nations) pada tahun 1776. Dalam buku ini ia menyatakan bahwa kemajuan manusia dan tatanan sosial suatu masyarakat akan tercipta apabila setiap individu yang ada di dalamnya mengejar kepentingannya sendiri-sendiri.

3.                  Alfred Marshall (26 Juli 184213 Juli 1924)

Alfred Marshall bapak ilmu ekonomi Neoklasik (1890) dan terkenal sebagai tokoh ekonomi saat itu dan salah satu tokoh yang paling berpengaruh. Dia menulis beberapa traktat perdagangan internasional dan masalah proteksionisme. Lalu, pada tahun 1879, ia mengumpulkan makalah-makalah yang pernah dibuatnya dalam satu buku berjudul The Pure Theory of Foreign Trade: The Pure Theory of Domestic Values. Ia juga menulis buku Principle of Economics tahun 1891.

Menurut Marshall, selain oleh biaya-biaya, harga juga dipengaruhi oleh unsur subjektif lainnya, baik dari pihak konsumen maupun dari pihak produsen.

Unsur subjektif yg mempengaruhi harga dari pihak konsumen, misalnya pendapatan (daya beli). Dari pihak produsen mungkin keadaan keuangan perusahaan.

Bagi Marshall harga terbentuk sebagai integrasi dua kekuatan dipasar : penawaran dari pihak produsen dan permintaan dari pihak konsumen.

4.                  Amartya Sen (3 November 1933)

Seorang ekonom India yang menjadi terkenal karena karyanya tentang kelaparan, teori perkembangan manusia, ekonomi kesejahteraan, mekanisme dasar dari kemiskinan, dan liberalisme politik. Ia menerima Penghargaan Nobel dalam bidang ekonomi atas karyanya dalam ekonomi kesejahteraan pada 1998 dan Bharat Ratna pada 1999. Pada 2003, ia dianugerahi Penghargaan Keberhasilan Seumur Hidup (Lifetime Achievement Award) oleh Kamar Dagang India.

5.                  Anders Chydenius (26 February 1729 – 1 February 1803)

Anders Chydenius menulis buku The National Gain pada 1765 yang menerangkan ide tentang kemerdekaan dalam perdagangan dan industri dan menyelidiki hubungan antara ekonomi dan masyarakat dan meletakkan dasar liberalism, sebelas tahun sebelum Adam Smith menulis hal yang sama namun lebih komprehensif dalamThe Wealth of Nations. Menurut Chydenius, democracy, kesetaraan dan penghormatan pada hak asasi manusia adalah jalan satu-satunya untuk kemajuan dan kebahagiaan bagi seluruh anggota masyarakat.

6.                  Arthur Cecile Pigou (18 November 1877 – 7 March 1959)

A.C Pigou dikenal sebagai bapak ilmu ekonomi kesejahteraan modern, yang mempelajari bagaimana membuat ekonomi beroperasi dengan lebih efisien serta ketidaksesuaian (trade offs) antara efisiensi dan keadilan (equity)

Kontribusi ekonomi yang utama dari Pigou di bagi menjadi dua kategori. Pertama analisisnya mengenai eksternalitas yang memberikan landasan bagi keuangan publik modern, ekonomi lingkungan dan ekonomi kesejahteraan. Kedua, Pigou adalah lawan utama dari revolusi makroekonomi yang dimulai oleh Keyness.

Pigou adalah orang pertama yang mengemukakan konsep real balance effect. Kemudian dikenal dengan dampak Pigou (Pigou Effect).

Dampak Pigou adalah sutu stimulasi kesempatan kerja yang disebabkan oleh meningkatnya nilai ril dari kekayaan likuid sebagai konsekuensi dari turunnya harga-harga. Sewaktu nilai kekayaan ril naik, maka konsumsi akan naik, yang berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan terbukanya kesempatan kerja baru.

7.                  Arthur Lewis (1954)

Pembahasannya lebih pada proses pembangunan antara daerah kota dan desa, diikuti proses urbanisasi antara kedua tempat tersebut. Selain itu teori ini juga mengulas model investasi dan sistem penetapan upah pada sistem modern yang juga berpengaruh pada arus urbanisasi yang ada. Lewis mengasumsikan bahwa perekonomian suatu negara pada dasarnya terbagi menjadi dua : yaitu perekonomian tradisional dan perekonomian industri.

8.                  Bertil Ohlin (23 April 1899 – 3 August 1979)

Ohlin mengembangkan suatu model matematika standar perdagangan bebas internasional bersama dengan Eli Heckscher. Kemudian model tersebut dinamakan model Heckscher-Ohlin.Ia dianugerahi Nobel Memorial Prize dalam Ilmu Ekonomi pada tahun 1977 bersama dengan ekonom James Meade Inggris atas kontribusi pathbreaking mereka pada teori perdagangan internasional dan pergerakan kapital internasional.

9.                  Bruno Hildebrand (1848)

Terjadi Evolusi dalam masyarakat. Membagi pertumbuhan ekonomi atas 3 tahap berdasarkan alat tukar yang digunakan dalam perdagangan :Perekonomian Barter (Natura), Perekonomian Uang, Perekonomian Kredit

10.              Christopher Albert Sims (21 October 1942)

Peraih nobel ekonomi tahun 2011 untuk penelitian empiris mereka pada sebab dan akibat dalam makroekonomi.

11.              Christopher A. Pissarides (20 February 1948)

Ia seorang ahli ekonomi dari London School of Economics, Inggris yang mendapat Penghargaan Nobel untuk bidang Ekonomi tahun 2010 bersama-sama dengan Peter A. Diamond dan Dale T. Mortensen untuk kontribusi mereka di bidang makroekonomi yang dikenal sebagai teori gesekan pada saat mencari lapangan pekerjaan bagi para penganggur.

12.              Clive William John Granger (September 4, 1934 – May 27, 2009)

Ia adalah seorang ekonom Inggris, yang mengajar di Inggris di University of Nottingham dan di Amerika Serikat di University of California, San Diego. Pada tahun 2003, Granger dianugerahi Nobel Memorial Prize dalam Ilmu Ekonomi, dalam pengakuan bahwa ia dan rekan-pemenang, Robert F. Engle, telah membuat penemuan dalam analisis data time series yang telah berubah secara fundamental cara di mana ekonom menganalisis keuangan dan data makroekonomi.

13.              Dale T. Mortensen

Dale T. Mortensen (lahir di Amerika Serikat, 2 Februari 1939; umur 72 tahun) adalah seorang ahli ekonomi dari Northwestern University, Amerika Serikat yang mendapat Penghargaan Nobel untuk bidang Ekonomi tahun 2010 bersama-sama dengan Peter A. Diamond dan Christopher A. Pissarides untuk kontribusi mereka di bidang makroekonomi yang dikenal sebagai teori gesekan pada saat mencari lapangan pekerjaan bagi para penganggur.

14.              Daniel Kahneman

Daniel Kahneman (lahir 5 Maret 1934; umur 77 tahun) ialah psikolog Amerika Serikat kelahiran Israel. Karya Kahneman terutama di bidang psikologi; namun ia menerima Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel 2002 dengan kolaboratornya Amos Tversky dari Universitas Ibrani (yang meninggal pada 1996). Hadiah itu dianugerahkan “untuk pengintegrasian wawasan dari penelitian psikologi ke dalam ilmu ekonomi, khususnya yang berkenaan dengan pendapat manusia dan pengambilan keputusan di bawah ketidakpastian.” Kahneman berpendapat bahwa orang berpikir untung-rugi, namun di masa pendek. Ketakutan rugi lebih besar dari untung.

15.              Daniel Little Mcfadden

Daniel Little McFadden dan James Joseph Heckman berbagi penghargaan untuk tahun 2000 untuk pekerjaannya di bidang mikroekonometri. McFadden mendirikan laboratorium ekonometri di University of California, Berkeley, Amerika Serikat.

16.              David Ricardo (1772-1823)

Dia berkebangsaan Inggris yang hidup di awal abad ke-18 yang sangat mementingkan peran dunia usaha untuk bergerak dinamis guna menggerakkan perekonomian sebuah Negara. Buku yang dikarangnya berjudul “Principles of Political Economy and Taxation (1817). David yakin bahwa dengan bertambahnya modal adalah kunci dari pertumbuhan ekonomi bangsa, dan satu-satunya cara untuk mewujudkan hal itu dengan mendorong sektor produksi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

David Richardo percaya bahwa faktor tenaga kerja adalah hal yang paling penting dalam pencapaian kemakmuran suatu Negara. Ia juga melihat bahwa dengan bertambahnya penduduk maka tingkat penghasilan atau upah yang diperoleh mereka akan turun sampai pada tingkat dimana upah itu tidak cukup lagi menyokong pemenuhan kebutuhan mereka.

17.              Douglash Cecil North

Douglass Cecil North (lahir November 5, 1920) adalah ekonom Amerika yang dikenal untuk karyanya dalam sejarah ekonomi. Dia (dengan Robert William Fogel) adalah penerima  penghargaan nobel pada tahun 1993 dalam Ilmu Ekonomi. Dalam Komite Nobel, North dan Fogel diberikan hadiah karena penelitian baru dalam sejarah ekonomi dengan menerapkan teori ekonomi dan metode kuantitatif untuk menjelaskan perubahan ekonomi dan kelembagaan.

18.              Edmund S. Phelps

Edmund Strother Phelps, lahir 26 Juli 1933 di Evanston, Illinois, Amerika Serikat, ialah ekonom Amerika Serikat. Ia dianugerahi Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel 2006 untuk “analisisnya pada penjualan intertemporer dalam politik makroekonomi”. Ia terkenal atas teorinya mengenai tingkat alamiah pengangguran. Ia mengajar di Jurusan Ekonomi Universitas Columbia setelah bertahun-tahun di Pennsylvania dan Yale.

19.              Edward Christian Prescott

Edward Christian Prescott (lahir 26 Desember 1940) adalah ekonom Amerika. Ia dengan Finn E. Kydland menerima Nobel Memorial Prize pada tahun 2004 di bidang Ekonomi, untuk sumbangan mereka terhadap ekonomi makro yang dinamis: konsistensi waktu kebijakan ekonomi dan kekuatan pendorong di belakang siklus bisnis.

20.              Edwin Cannan

Edwin Cannan (1861 – 8 April 1935) adalah seorang ekonom Inggris dan sejarawan pemikiran ekonomi. Dia adalah seorang profesor di London School of Economics 1895-1926. Teori klasiknya yang paling terkenal yaitu History of the Theories of Production and Distribution pada tahun 1898.

21.              Eugen Von Bohm Bawerk (1851-1914), Austria

Karyanya Positive Theory of Capital (1889). Kontribusi utama  Bohm Bawerk adalah pengembangan teori tentang modal (theory of Capital) dan teori tentang tingkat suku bunga.

22.              Finn Erling Kydland

Finn Erling Kydland (lahir 1 Desember 1943) adalah seorang ekonom Norwegia. Kydland adalah penerima nobel dalam Ekonomi tahun 2004 (bersama dengan Edward C. Prescott), untuk sumbangan mereka terhadap ekonomi makro yang dinamis: konsistensi waktu kebijakan ekonomi dan kekuatan pendorong di belakang siklus bisnis.

23.              Francis Amasa Walker

Francis Amasa Walker (2 Juli 1840 – 5 Januari 1897) adalah seorang tentara Amerika Serikat umum, ekonom, dan pendidik. Dia terkenal karena teori-teori ekonomi pada upah dan keuntungan yang mendiskreditkan sebelumnya diterima “upah-dana” teori bahwa upah didasarkan pada modal yang sudah ada sebelumnya ditugaskan untuk biaya tenaga kerja. Seorang pelopor dalam menggunakan data statistik untuk mengilustrasikan argumen ekonomi, Walker berusaha keras untuk mendirikan “ilmiah” status ekonomi. Sebuah pendukung kuat kapitalisme, dia mengembangkan teori keuntungan pengusaha dan kewirausahaan sebagai mereka “upah” untuk pekerjaan sukses.

24.              Franco Modigliani

Franco Modigliani (18 Juni 191825 September 2003) adalah tokoh Amerika Serikat kelahiran Italia yang memenangkan Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel 1985 untuk 2 sumbangan. Yang pertama adalah “analisisnya pada perilaku penabung rumah tangga”. Di awal 1950-an Modigliani, yang mencoba memperbaiki fungsi konsumsi Keynes, memperkenalkan “siklus hidup” model konsumsinya. Gagasan dasar itu adalah pandangan umum, namun kurang berpengaruh untuk alasan itu. Ia menyatakan sebagian besar orang ingin memiliki tingkat konsumsi yang cukup stabil.

Sumbangan kedua yang membuat Modigliani memenangkan Penghargaan Nobel adalah teorema Modigliani-Miller yang terkenal dalam keuangan badan. Modigliani, bersama dengan Merton Howard Miller, menunjukkan bahwa di bawah asumsi tertentu, nilai sebuah perusahaan bebas dari rasio utang ke keadilan.

25.              Francois Quesney

François Quesnay, 4 Juni 1694 – 16 Desember 1774) adalah seorang ekonom Perancis dari sekolah Physiocratic. Ia dikenal karena menerbitkan “Tableau Economique” (Tabel Ekonomi) tahun 1758, yang memberikan dasar-dasar ide-ide. para Physiokrat. ini mungkin adalah pekerjaan pertama untuk mencoba untuk menggambarkan bekerjanya ekonomi dengan cara analitis, dan dengan demikian dapat dilihat sebagai salah satu kontribusi penting pertama untuk pemikiran ekonomi.

26.              Friedrich August Von Hayek

Karya utamanya Monetary Theory and the trade cycle. F.A. Hayek dianggap sangat berjasa dalam mengembangkan teori siklus perdagangan dari Von Mises yang diintegrasikan-nya dengan teori kapital dari Bohm Bawerk. Dan ia mendapatkan Hadiah Nobel tahun 1974. Ia memperkenalkan teori tentang uang dan fluktuasi ekonomi, dan analisis tentang saling ketergantungan antara fenomena institusi, ekonomi dan sosial.

27.              Friedrich List

Georg Friedrich List (6 Agustus 1789 – November 30, 1846) adalah seorang ekonom terkemuka abad ke-19 Jerman yang mengembangkan “Sistem Nasional” atau sering disebut  Sistem Inovasi Nasional. Dia adalah nenek moyang dari sekolah sejarah ekonomi Jerman, dan dianggap sebagai teori asli kesatuan Eropa yang ide-idenya menjadi dasar bagi Masyarakat Ekonomi Eropa. Menurut Friedrich List, Tahap Perkembangan Ekonomi yaitu dengan cara produksi : Tahap primitip, Tahap Beternak, Tahap Pertanian, Industri Pengolahan (Manufacturing), Pertanian, Industri Pengolahan & Perdagangan

28.              Friedrich Von Wieser (1851-1920), Austria

Karya utamanya Uber den Ursprung und die Hauptgesetze des Wirtschaftlichen wertes (1884). Wieser dipandang sangat berjasa dalam mengembangkan teori utilitas marjinal Menger, dgn menambahkan formulasi biaya2 oportunitas (opportunity cost).

29.              Gary S. Becker

Gary Stanley Becker (lahir 2 Desember 1930 di Pottsville, Pennsylvania) adalah seorang ekonom dan pemenang Hadiah Nobel tahun 1992. Pada 1957, Becker menerbitkan sebuah buku dari disertasinya yang menghubungkan ekonomi dengan sosiologi. Ia memasukkan teori ekonomi untuk mengevaluasi efek diskriminasi pada pekerjaan dan gaji kaum minoritas. Ia membuktikan bahwa diskriminasi lebih merugikan perusahaan, karena akan menyebabkan kurang kompetitif dan banyak kehilangan konsumsi pasar.

30.              George A. Akerlof

George Arthur Akerlof (lahir 17 Juni 1940 di New Haven, Connecticut) ialah ekonom Amerika Serikat. Akerlof menerima Hadiah Nobel dalam Ekonomi tahun 2001, bersama dengan A. Michael Spence dan Joseph Eugene Stiglitz, untuk sumbangan mereka pada teori asimetri informasi. Mereka bersama-sama meneliti penapisan, sebuah teknik yang digunakan oleh sebuah agen ekonomi untuk menyadap informasi pribadi sebaliknya dari lainnya.

31.              George J. Stigler

Ekonom dari Amerika Serikat yang berhasil meraih nobel dalam ekonomi tahun 1982 atas studi tentang struktur industri, fungsi pasar dan sebab-akibat dari regulasi publik.

32.              Gerard Debreu

Ekonom dari Amerika Serikat yang berhasil meraih nobel dalam ekonomi tahun 1983 atas gagasannya tentang penggabungan metoda analitis baru ke dalam teori ekonomi dan reformulasi yang detail tentang teori kesetimbangan umum.

33.              Gunnar Karl Myrdal

Gunnar Karl Myrdal (Swedia) dan Friedrich Hayek (Inggris) merupaka pemenang nobel Ekonomi tahun 1974. Mereka memperkenalkan teori tentang uang dan fluktuasi ekonomi, dan analisis tentang saling ketergantungan antara fenomena institusi, ekonomi dan sosial

34.              Harry M. Markowitz, Merton H. Miller, William F. Sharpe

Mereka adalah ahli-ahli ekonomi Amerika Serikat yang berhasil meraih nobel pada tahun 1990 atas karya pionir dalam teori ekonomi finansial.

35.              Heindrich Gossen (1810-1858)

Ia menjelaskan kepuasan atau faidah (utility) dari pengkonsumsian sejenis barang. Hukum Gossen Pertama: Faidah tambahan (marginal Utility) dari pengkonsumsian suatu macam barang akan semakin turun jika barang yg sama dikonsumsi semakin banyak.

Hukum Gossen Kedua: Sumber daya dan dana yang tersedia selalu terbatas secara relatif untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang relatif tak terbatas.

36.              Herbert A. Simon

Simon merupakan ahli ekonomi dari Amerika Serikat yang mendapatkan hadiah nobel Ekonomi tahun 1978. Ia melakukan penelitian pionir tentang proses pengambilan keputusan di dalam organisasi ekonomi.

37.              Hernando De Soto

Tahun 2000 Hernando De Soto mengarang buku berjudul “The Mysteri of Capital” yang memberi masukan bagi disiplin ilmu ekonomi dan kegiatan ekonomi Negara-negara berkembang. Dalam buku ini disebutkan bahwa sebenarnya kekayaan yang dimiliki Negara-negara berkembang sangat banyak. Absennya system hukum dan pemerintahan yang bersih membuat kekayaan itu tidak terlacak dan tercatat ke dalam penerimaan Negara.

38.              Irving Fisher

Irving Fisher (27 Februari 186729 April 1947) merupakan seorang ahli ekonomi sekaligus aktivis kesehatan berkebangsaan Amerika Serikat. Dia merupakan salah satu ahli ekonomi neoklasik Amerika yang pertama. Ia juga merupakan selebritas ekonomi pertama. Reputasinya saat ini mungkin lebih tinggi daripada masanya. Beberapa istilah menggunakan namanya, seperti Persamaan Fisher, Hipotesis Fisher, dan Teorema Pemisahan Fisher.

39.              Jean Baptiste Say

Jean-Baptiste Say (5 Januari 1767 – 15 November 1832) adalah seorang ekonom Perancis dan pengusaha. Dia memiliki pandangan klasik liberal dan berpendapat dalam mendukung persaingan, perdagangan bebas, dan hambatan mengangkat pada bisnis. Dia dikenal karena Say’s Law, yang menyatakan bahwa penawaran menciptakan permintaannya sendiri. Selama bertahun-tahun Hukum Say telah terlibat dalam dua jenis kontroversi yang pertama atas pengarangnya, yang kedua atas apa artinya dan, diberi makna masing-masing, apakah itu benar.

40.              James A. Mirrlees dan William Vickrey

Peraih nobel tahun 1996 untuk kontribusi fundamental mereka pada teori ekonomi pada dorongan menurut informasi asimetri.

41.              James Edward Meade (23 June 1907 – 22 December 1995)

James Edward Meade adalah seorang ekonom Britania dan pemenang Memorial 1977 Penghargaan Nobel dalam Ilmu Ekonomi bersama dengan ekonom Swedia Bertil Ohlin untuk mereka “kontribusi pathbreaking kepada teori perdagangan internasional dan pergerakan kapital internasional.”

42.              James Joseph Heckman

James Joseph “Jim” Heckman (lahir 19 April 1944; umur 67 tahun) ialah Profesor Ekonomi Layanan Khusus Henry Schultz di Universitas Chicago. Penelitiannya yang terkini berkaitan dengan masalah seperti evaluasi masalah sosial, model ekonometri pilihan diskret dan data longitudinal, ekonomi pasar buruh, dan model alternatif distribusi pendapatan. Profesor Heckman telah menerima sejumlah penghargaan atas karyanya, termasuk John Bates Clark Award dari American Economic Association pada tahun 1983, Nobel Ekonomi pada tahun 2000 (bersama Daniel Little McFadden), Jacob Mincer Award for Lifetime Achievement in Labor Economics tahun 2005, University College Dublin Ulysses Medal 2005, dan Aigner Award dari Journal of Econometrics pada tahun 2005.

43.              James M. Buchanan Jr.

Peraih nobel ekonomi dari Amerika Serikat tahun 1986 atas pengembangan dasar-dasar konstitusi dan kontraktual tentang teori pengambilan keputusan secara politik dan ekonomi

44.              James Tobin

Peraih nobel ekonomi dari Amerika Serikat tahun 1981 atas analisis tentang pasar finansial dan hubungannya dengan keputusan pembelanjaan, tingkat pengangguran, produksi dan harga.

45.              Jan Tinbergen

Jan Tinberger adalah ahli ekonomi dari Belanda. Jan Tinbergen dan Ragnar Anton Kittil Frisch mendapat Hadiah Nobel Ekonomi tahun 1969 (tahun pertama Hadiah Nobel Ekonomi diberikan) karena mengembangkan dan menerapkan model dinamik untuk analisis ekonomi.

46.              Jaques Turgot

Jaques Turgot (1727-1781) adalah fisiokrat Prancis yang mempengaruhi adam Smith melalui karyanya yang berjudul “Reflections on the Formation and Distribution of Wealth” tahun 1776. Turgot adalah pendukung prdaganagn bebas Laizez Feire, pernah menjadi menteri keuangan dalam pemerintahan Louis XVI. Dia juga membubarkan Serikat Kerja (Guild) abad pertengahan, menghapus semua larangan perdagangan gandum dan mempertahankan anggaran berimbang. Dia begitu terkenal sehingga dekat dengan raja , tetapi kemudian dipecat pada 1776.

47.              Joan Violet Robinson (1903-1983)

Robinson menerbitkan buku “The Economics of Imperfect Competition” seorang ekonom Inggris yang mempelajari sifat monopolistik pada sejumlah pasar dengan tingkat persaingan yang tinggi. Pada kutipan ini Robinson membuat daftar tentang alasan-alasan mengapa model persaingan sempurna jarang terjadi di dunia nyata.

48.              Johan Heinrich Von Thunen

Johann Heinrich von Thünen (lahir di Wangerland, 24 Juni 1783 – meninggal 22 September 1850 pada umur 67 tahun) adalah ekonom terkemuka abad ke-19. Von Thünen merupakan tuan tanah di Mecklenburg (Jerman Utara), dimana karyanya The Isolated State (1826), mengembangkan perlakukan serius yang pertama terhadap ekonomi spasial, yang menghubungkan hal tersebut dengan teori sewa tanah. Von Thünen mengembangkan teori dasar konsep marginal produktivitas secara matematis, dan menyusun rumus :

R = Y(pc) − YFm,

dimana R=sewa tanah; Y=hasil per unit tanah; c=pengeluaran produksi per unit komoditas; p=harga pasar per unit komoditas; F=harga pengangkutan; m=jarak ke pasar.

49.              John Bates Clark (1847-1938)

Clark, John Bates (Providence, 26 Jan 1847— New York, 23 Mar 1938). Ahli ekonomi Amerika, Tahun 1899 mengembangkan gagasan Distribution of wealth (Ing.), suatu teori nilai yang mendekati teori marginal. Pemikirannya tentang inti sari teori ekonomi (Ing.: Essentials of economic theory, 1907) lebih diarahkan pada pemikiran ekonomi yang dinamis.

John Bates Clark terkenal dalam mengembangkan konsep “produktivitas marginal” dan tesis “keausan/keusangan produk” di balik Teori Produktivitas Marjinal Distribusi, yang pertama kali dia kembangkan pada tahun 1889. Dia juga mengembangkan teori utilitas berbasis permintaan marjinal independen pada 1885.

50.              John C. Harsanyi, John F. Nash Jr., Reinhard Selten

Peraih nobel ekonomi tahun 1994 atas analisis pionir tentang kesetimbangan dalam teori permainan non-kooperatif.

51.              John Maynard Keynes (1883-1946)

Keynes adalah seorang ekonom mashyur yang dikenal dengan bukunya “The General Theory of Employment, Interest, and Money” (Teori Umum atas Kesempatan Kerja, Suku Bunga dan Uang). Keynes untuk pertama kalinya menawarkan suatu gagasan mengenai teori permintaan dan penawaran dalam hubungannya dengan hasil produksi (output). Keynes menunjukkan bahwa jika penawaran lebih besar dari permintaan, maka roda perekonomian atau seluruh kegiatan produksi harus diperlambat atau diturunkan agar system ekonomi dapat kembali seimbang pada suatu tingkatan yang berada dibawah penggunaan tenaga kerja yang optimum. Dan perekonomian suatu negara hanya dapat berlangsung apabila tingkat permintaan rakyat, tingkat permintaan dari sector produksi, juga tingkat pengeluaran pemerintah ikut tinggi. Semua itu akan meningkatkan tingkat investasi yang tentu saja akan meningkatkan tingkat kesempatan kerja, hingga pada akhirnya tingkat pengeluaran rakyatpun akan naik pula, sehingga dengan akan menggerakkan perekonomian suatu Negara.

52.              John Richard Hicks

John Richard Hicks (Inggris) dan Kenneth Arrow (Amerika Serikat) merupakan pemenang nobel Ekonomi pada tahun 1972. Mereka memberikan kontribusi pionir kepada teori keseimbangan ekonomi umum dan teori kesejahteraan.

53.              John Richard Nicholas Stone

Nicholas Stone merupakan pemenang nobel Ekonomi pada tahun 1972 atas kontribusi fundamental tentang pengembangan sistem rekening nasional dan meningkatkan dasar-dasar analisis ekonomi empiris.

54.              John Stuart Mill

John Stuart Mill, yang lahir di London, 20 Mei 1806, merupakan salah satu tokoh Utilitarianisme yang terkenal dalam menelurkan konsep kebebasan, yang dituangkan secara komprehensif di dalam bukunya On Liberty.

Selain mengarang buku On Liberty, dan Utilitarianism, Mill juga mengarang sebuah buku yang berkaitan dengan ekonomi, Principles of Political Economy pada tahun 1848. Buku ini berupaya untuk memahami masalah ekonomi sebagai suatu masalah sosial; masalah tentang bagaimana manusia hidup dan ikut ambil bagian dalam kemakmuran bangsanya, baik dalam proses produksi, perlindungan terhadap produk dalam negeri dan perpesaing antar produk, maupun masalah distribusi melalui instrument uang dan kredit

55.              Joseph Alois Schumpeter

(Lahir 8 Februari 1883, Triesch, Moravia – meninggal 8 Januari 1950, Taconic, Conn, US) ekonom Moravia-AS dan sosiolog. Dididik di Austria, ia mengajar di beberapa universitas Eropa sebelum bergabung dengan fakultas Universitas Harvard (1932 – 50). Dia menjadi terkenal karena teorinya tentang perkembangan kapitalis dan siklus bisnis . Bukunya populer Kapitalisme, Sosialisme, dan Demokrasi (1942) berpendapat bahwa kapitalisme pada akhirnya akan binasa keberhasilan sendiri. Sejarah anumerta Nya Analisis Ekonomi (1954) adalah studi menyeluruh tentang perkembangan metode analitik dalam ekonomi .

Schumpeter adalah salah satu yang pertama untuk lay out konsep yang jelas tentang kewirausahaan. Ia membedakan penemuan dari inovasi pengusaha itu. Schumpeter mengatakan bahwa pengusaha berinovasi tidak hanya dengan mencari tahu bagaimana menggunakan penemuan, tetapi juga dengan memperkenalkan alat produksi baru, produk baru, dan bentuk-bentuk baru organisasi. Inovasi ini, ia berpendapat, mengambil sama seperti keterampilan banyak dan berani seperti halnya proses penemuan.

56.              Karl Bucher

Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi dibagi menurut jarak yang ditempuh oleh alat pemuas kebutuhan mulai dari produsen sampai ke konsumen. Menurut Bucher, masyarakat merupakan satu kesatuan rumah tangga, baik sebagai rumah tangga konsumen maupun rumah tangga produsen. Ia membagi pertumbuhan ekonomi atas beberapa tahapan yaitu : rumah tangga tertutup, rumah tangga kota, rumah tangga masyarakat, dan rumah tangga dunia.

57.              Karl Manger (1840-1921)

Ekonom dari Austria yang menulis buku Principle of economics in Germany. Karya utamanya adalah Grunsatze der Volks Wirtschaftslehre (1871). Menger mengembangkan teori utilitas marjinal yg ternyata membawa pengaruh yang sangat besar dalam pengembangan teori-teori ekonomi.

58.              Karl Marx

Karl Heinrich Marx (lahir di Trier, Jerman, 5 Mei 1818 – meninggal di London, 14 Maret 1883 pada umur 64 tahun) adalah seorang filsuf, pakar ekonomi politik dan teori kemasyarakatan dari Prusia. Marx sering dijuluki sebagai bapak dari komunisme yang berasal dari kaum terpelajar dan politikus.[1] Ia memperdebatkan bahwa analisis tentang kapitalisme miliknya membuktikan bahwa kontradiksi dari kapitalisme akan berakhir dan memberikan jalan untuk komunisme.[

59.              Kenneth J. Arrow

John Richard Hicks (Inggris) dan Kenneth Arrow (Amerika Serikat) merupakan pemenang nobel Ekonomi pada tahun 1972. Mereka memberikan kontribusi pionir kepada teori keseimbangan ekonomi umum dan teori kesejahteraan

60.              Knut Wicksell (1851-1926) dari Swedia

Karya utamanya adalah Lectures on Political Economy (1901). Ia berjasa mengasimilasikan analisis keseimbangan umum walras dengan teori kapital dan suku bunga Bohm Bawerk menjadi teori distribusi. Wicksell juga mengembangkan teori moneter, ia pertama melihat hubungan langsung antara tingkat suku bunga dgn harga-harga.

61.              Lawrence Robert Klein

Ekonom asal Amerika Serikat yang memenagkan nobel dalam Ekonomi tahun 1980atas pembuatan model ekonometrik dan aplikasinya ke dalam kebijakan ekonomi dan analisis fluktuasi ekonomi.

62.              Leonid Vitaliyevich Kantorovich

Leonid Kantorovich (Rusia) dan Tjalling Koopmans (Amerika Serikat) merupakan pemenang nobel Ekonomi tahun 1975. Mereka memberikan kontribusi kepada teori alokasi sumber yang optimum.

63.              Leonid Hurwicz, Eric S. Maskin, Roger B. Myerson

Mereka adalah pakar ekonomi dari Amerika Serikat yang berhasil meraih nobel dalam ekonomi tahun 2007 untuk peran mereka dalam membangun dasar bagi teori desain mekanisme.

64.              Leon Walras (1837-1910)

Walras dapat dianggap sebagai pendiri aliran atau mazhab Lausanne. Karyanya Elements of Pure Economics  tahun 1874. Walras menjelaskan teori keseimbangan umum dgn pendekatan matematis.

Leon Walraslah yg mampu memberikan kisi yg lebih jelas ttg interdependensi bagian2 ekonomi secara gamblang dgn model keseimbangan umum (general equilibrium model). Ia dgn jelas menguraikan bahwa perubahan dlm suatu faktor atau bagian ekonomi akan membawa perubahan pada variabel lain  dalam sistem ekonomi tersebut secara menyeluruh.

Ia dianggap sebagai pendiri & pengembang ilmu ekonomi matematika, kemu-dian dikembangkan oleh Frisch &Tinbergen menjadi ilmu ekonometrika.

65.              Ludwig Edler Von Mises (1881-1973)

Karya utamanya The theory of money and credit (1912). Menurut Von Mises sistem harga merupakan basis paling efisien dalam mengalokasikan sumber daya. Von Mises mengkritik sistem perekonomian komando menurutnya  sistem ekonomi komando tidak akan dapat melembagakan sistem harga, tanpa terlebih dahulu menghancurkan prinsip-prinsip politik.

Von Mises juga mengaplikasikan teori kepuasan marjinal untuk  mengembangkan teori baru tentang uang. Ia memaparkan bahwa kepuasan (utility) dapat diukur  secara ordinal, tetapi tidak secara cardinal. Teori lain yang dikembangkan oleh MIses adalah Teori Paritas daya beli (Purchasing power parity) dan teori trade cycle.

66.              Maurice Allais

Peraih nobel ekonomi tahun 1988 atas kontribusi pionir tentang teori pasar dan penggunaan sumberdaya yang efisien.

67.              Milton Friedman

Milton Friedman memperoleh nobel tahun 1976 untuk teori-teori moneternya. Milton menganjurkan kebaikan system pasar bebas dan kebutuhan untuk meminimalkan peraturan pemerintah. Dia menentang terhadap aliran Keynes dalam perbaikan permintaan agregat. Kebijakan itu menurutnya membuat ekonomi tidak stabil. Ia justru menyarankan pemerintah meningkatkan persediaan uang pada tingkat yang sama dengan peningkatan output nasional jangka panjang untuk menghilangkan kecenderungan inflasi. Aliran ini sangat berpengaruh tahun 1980-an. Ia juga menjelaskan mengapa kita menghargai uang kertas. Pandangan ini tertuang dalam bukunya yang berjudul “ Free to Choice” ( 1980) yang ditulis bersama istrinya Rose Friedman, mereka menjelaskan bahwa semua orang mau menerima uang, karena ia yakin bahwa orang lain juga mau menerimanya.

68.              Nassau William Senior

William Nassau Senior (26 September 1790 – 4 Juni 1864), Inggris ekonom, lahir di Compton, Berkshire. Teorinya yang terkenal adalah Teori Abstinence yang disebut segabai teori pengorbanan. Orang yang memiliki kesempatan, kesempatan itu dikorbankan pemilik modal karena meminjamkan modal untuk suatu proses produksi. Sehingga sebagai balas jasa diberikan bunga.

69.              Oliver E. Williamson

Peraih nobel ekonomi tahun 2009 untuk analisis ekonomi berkaitan dengan kepemerintahan dan sistem kepemilikan kolektif.

70.              Ostrom Elinor

Peraih nobel ekonomi tahun 2009 untuk analisis ekonomi berkaitan dengan kepemerintahan dan sistem kepemilikan kolektif.

71.              Paul A. Samuelson

Seorang ahli ekonomi dari Amerika Serikat. Pemenang nobel dalam Kategori Ekonomi pada tahun 1970 atas kerja ilmiah dalam mengembangkan teori ekonomi statis dan dinamis serta berperan aktif dalam meningkatkan tingkat analisis di bidang ilmu ekonomi.

72.              Paul Ormerod

Ormerod adalah penulis buku Death of Economics tahun 1994, ia menggelar kritiknya terhadap ilmu ekonomi klasik yakni ide equilibrium yang mana menurut Omerod bahwa tingkat harga yang sebenarnya tidak pernah ditentukan pertemuan antara permintaan dan penawaran. Omerod juga menentang ide bahwa ada hubungan yang sederhana antara pengangguran dan inflasi yang dikemukakan Bill Phillips. Phillips mencoba menelusuri hubungan yang bersifat statistik antara laju peningkatan upah dan tingkat pengangguran, intinya semakin tinggi laju peningkatan upah maka semakin rendah tingkat pengangguran. Sebaliknya semakin tinggi pengangguran semakin rendah peningkatan upah.

73.              Paul Robin Krugman

Paul Robin Krugman lahir 28 Februari 1953 adalah ekonom Amerika Serikat. Paul merupakan penerima Penghargaan Nobel untuk bidang Ekonomi 2008 untuk analisis pola perdagangan dan lokasi aktivitas ekonomi.

74.              Peter A. Diamond

Peter A. Diamond (lahir di US, 29 April 1940; umur 71 tahun) adalah seorang ahli ekonomi dari MIT, Amerika Serikat yang mendapat Penghargaan Nobel untuk bidang Ekonomi tahun 2010 bersama-sama dengan Dale T. Mortensen dan Christopher A. Pissarides untuk kontribusi mereka di bidang makroekonomi yang dikenal sebagai teori gesekan pada saat mencari lapangan pekerjaan bagi para penganggur.

75.              Peter Drucker

Peter Ferdinand Drucker (lahir di Kaasgraben, Vienna, Austria, 19 November 1909 – meninggal di Claremont, California, Amerika Serikat, 11 November 2005 pada umur 95 tahun) adalah seorang penulis, konsultan manajemen, dan “ekolog sosial.” Ia sering disebut sebagai bapak “manajamen modern.” Ratusan artikel ilmiah dan populer serta 39 bukunya menjelaskan bagaimana manusia diorganisir pada setiap sektor masyarakat—bisnis, pemerintah, maupun organisasi non-profit. Tulisan-tulisannya juga berhasil memprediksi berbagai peristiwa yang terjadi di abad ke-20 seperti privatisasi dan desentralisasi; kebangkitan Jepang sebagai kekuatan ekonomi dunia; peran pemasaran yang semakin meningkat; dan kebutuhan akan sebuah masyarakat informasi. Pada tahun 1959, Drucker memperkenalkan istilah “Pekerja pikiran” (knowledge worker).”

76.              Ragnar Anton Kittil Frisch

Ragnar Anton merupakan ahli ekonomi dari Norwegia yang pertama kali mendapatkan nobel dalam Ekonomi pada tahun 1969. Ia bersama Jan Tinberger mengembangkan model dinamis terapan untuk analisis proses ekonomi

77.              Ragnar Frisch

Ragnar Anton Kittil Frisch (lahir di Oslo, 3 Maret 1895 – meninggal 31 Januari 1973 pada umur 77 tahun) adalah seorang ekonom Norwegia. Pada tahun 1969 Frisch memenangkan Penghargaan Nobel Ekonomi yang dibaginya dengan Jan Tinbergen untuk analisis proses ekonomi. Frisch mengadakan sejumlah kemajuan signifikan di bidang ekonomi dan menelurkan sejumlah kata baru termasuk ekonometri. Ia meresmikan teori produksi (1965) dan juga bekerja di rangkaian waktu (1927) dan analisis regresi linear (1934).

78.              Richard Cantillon (1687 – 1734).

Cantillon telah menulis risalah ekonomi riil yang pertama, sebuah studi yang menggambarkan hubungan timbal balik dan kerja dari sistem ekonomi. Ia juga menyumbangkan teori moneter dan ia adalah orang pertama yang menjelaskan peran ekonomi penting yang dimainkan oleh pengusaha. Satu-satunya tulisan karya ekonomi Cantillon yang masih ada adalah Essay on the Nature Commerce (Cantillon, 1975).

Cantillon merupakan tokoh yang sering dilupakan di dalam ilmu ekonomi. Ia dikenal terutama karena pengaruhnya terhadap Quesnay dan mazhab kaum physiocrat, dan karena ia mengembangkan gagasan bahwa aliran uang menghubungkan berbagai sektor ekonomi yang berbeda. Tetapi sebenarnya tempat Cantillon dalam sejarah lebih penting ketimbang hal tersebut. Essay-nya layak dianggap sebagai risalah ekonomi riil yang pertama. Karya ini membayangkan ekonomi sebagai sistem timbal-balik dan menjelaskan bagaimana sistem bekerja. Karena alasan ini Cantillon mungkin layak dianggap sebagai ahli ekonomi riil yang pertama.

79.              Robert A. Mundel

Sebagai pemenang nobel tahun 1999 atas teorinya yang sangat mempengaruhi dunia dan membantu lahirnya mata uang Euro. Pemikiran Mundell yang sangat berpengaruh apakah ada keuntungan yang bisa dicapai oleh Negara-negara bila melepaskan mata uang mereka demi mata uang bersama. Mundell menerbitkan artikel yang menggarisbawahi keuntungan mata uang bersama untuk menurunkan biaya perdagangan dan mengurangi ketidakpastian harga. Ia memperkenalkan “Optimum Currency Area” sebuah terminologi untuk menjelaskan wilayah geografi dimana tenaga kerja dapat direlokasikan bila wilayah lain mengalami guncangan ekonomi. Hasil kerjanya pada akhirnya menghasilkan Euro.

80.              Robert C. Merton, Myron S. Scholes

Mereka merupakan pakar ekonomi dari Amerika Serikat yang berhasil meraih nobel ekonomi tahun 1997 atas penemuan metode baru untuk menentukan nilai derivatif.

81.              Robert E. Lucas Jr.

Peraih nobel ekonomi tahun 1995 untuk pengembangan dan aplikasi hipotesis dugaan rasional, dan dengan cara itu mengubah analisis ekonomi makro dan memperdalam pemahaman kita dalam kebijakan ekonomi.

82.              Robert Fry Engle

Robert Fry Engle dan Clive William John Granger pada tahun 2003 karena kontribusi mereka pada pengembangan analisis runtun waktu. Engle menjadi pionir metode autoregressive conditional heteroskedasticity (ARCH) sedangkan Granger atas metode kointegrasi.

83.              Robert J. Aumann Michael Spence, Joseph E. Stiglitz

Israel Robert John Aumann (lahir pada 8 Juni 1930 di Frankfurt, Jerman) adalah seorang matematikawan Israel. Pada tahun 2005, ia dianugerahi Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel bersama dengan Thomas Schelling karena “telah meningkatkan pengetahuan kita mengenai konflik dan kerjasama melalui analisis game-theory.”

84.              Robert M. Solow

Peraih nobel ekonomi tahun 1987 atas kontribusi terhadap teori pertumbuhan ekonomi.

85.              Robert W. Fogel, Douglass C. North

Mereka adalah pakar ekonomi dari Amerika Serikat yang berhasil memenangkan hadiah nobel pada tahun 1993 karena telah memperbaharui penelitian di bidang sejarah ekonomi dengan menerapkan teori ekonomi dan metoda kuantitatif untuk menjelaskan masalah perubahan institusi dan ekonomi.

86.              Ronald H. Coase

Peraih nobel ekonomi tahun 1991 atas penemuan dan klarifikasi tentang pentingnya biaya transaksi dan hak milik terhadap struktur institusi dan berperannya ekonomi.

87.              Simon Kuznets

Simon Kuznets merupakan pemenang nobel Ekonomi pada tahun 1971 yang berasal dari Amerika Serikat. Ia berhasil mengembangkan gagasan tentang interpretasi pertumbuhan ekonomi secara empiris yang membawa kepada pemahaman baru dan mendalam tentang struktur ekonomi dan sosial serta proses pembangunan.

88.              Sir Arthur Lewis

Theodore Schultz (Amerika Serikat) dan Arthur Lewis (Inggris) merupakan pemenang nobel Ekonomi tahun 1979. Mereka melakukan penelitian pionir tentang pembangunan ekonomi dengan aspek khusus kepada masalah-masalah yang dihadapi negara berkembang.

89.              Theodore W. Schultz

Theodore Schultz (Amerika Serikat) dan Arthur Lewis (Inggris) merupakan pemenang nobel Ekonomi tahun 1979. Mereka melakukan penelitian pionir tentang pembangunan ekonomi dengan aspek khusus kepada masalah-masalah yang dihadapi negara berkembang.

90.              Thomas C. Schelling

Thomas Crombie Schelling (lahir di Oakland, California, Amerika Serikat, 14 April 1921; umur 90 tahun) adalah seorang ekonom Amerika Serikat. Ia adalah doktor dari Universitas Harvard di Cambridge (Massachusetts, Amerika Serikat). Ia banyak studi berkaitan dengan perundingan dan konflik. Dengan latar belakang tersebut, ia kemudian bergabung dengan Marshall Plan, program bantuan pasca-Perang Dunia II yang disiapkan Amerika Serikat untuk membangun kembali Eropa.

Pada tahun 2005, ia dianugerahi Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel bersama dengan Robert Aumann karena “telah meningkatkan pengetahuan kita mengenai konflik dan kerjasama melalui analisis teori permainan.”

91.              Thomas J Sargent

Peraih nobel ekonomi tahun 2011 untuk penelitian empiris mereka pada sebab dan akibat dalam makroekonomi.

92.              Thomas Robert Malthus

Thomas Robert Malthus, FRS (lahir di Surrey, Inggris, 13 Februari 1766 – meninggal di Haileybury, Hertford, Inggris, 23 Desember 1834 pada umur 68 tahun), yang biasanya dikenal sebagai Thomas Malthus, meskipun ia lebih suka dipanggil “Robert Malthus”, adalah seorang pakar demografi Inggris dan ekonom politk yang paling terkenal karena pandangannya yang pesimistik namun sangat berpengaruh tentang pertambahan penduduk.

93.              Thorstein Bunde Veblen

Orang yang paling berpengaruh dan mempunyai peran dominan terhadap keberadaan aliran institusional adalah Thorstein Bunde Veblen (1857-1929). Veblen pada intinya mengkritik teori-teori yang digunakan kaum klasik dan neo-klasik dan model model teoritisnya dan cenderung terlalu menyederhanakan fenomena-fenomena ekonomi. Pemikiran ekonomi klasik dan neo-klasik juga dikritiknya karena di anggap mengabaikan aspek-aspek non ekonomi seperti kelembagaan dan lingkungan. Padahal pengaruh keadaan dan lingkungan sangat besar terhadap tingkah laku ekonomi masyarakat.
Bagi Veblen masyarakat adalah suatu kompleksitas dimana tiap orang hidup, dan tiap orang dipengaruhi serta ikut mempengaruhi pandangan serta perilaku orang lain. Dari penelitian dan pengamatannya ia menyimpulkan bahwa perilaku masyarakat berubah dari tahun ke tahun. Penelitian tentang perubahan perilaku dilakukannya dengan pendekatan metode induksi. Bagi Veblen masyarakat merupakan suatu fenomena evolusi, dimana segala sesuatunya terus menerus mengalami perubahan.

94.              Tjalling C. Koopmans

Leonid Kantorovich (Rusia) dan Tjalling Koopmans (Amerika Serikat) merupakan pemenang nobel Ekonomi tahun 1975. Mereka memberikan kontribusi kepada teori alokasi sumber yang optimum.

95.              Trygve Magnus Haavelmo

Trygve Magnus Haavelmo dihadiahi nobel pada tahun 1989 atas klarifikasi tentang dasar-dasar teori kemungkinan dari ekonometrik dan analisis tentang struktur ekonomi simultan. Kontribusi utamanya pada artikel yang ia tulis tahun 1944 di jurnal Econometrica yang berjudul “The Probability Approach to Econometrics“.

96.              Vernon L. Smith

Periah nobel ekonomi tahun 2002 untuk penggabungan pengertian dari riset psikologi ke dalam ilmu ekonomi, khususnya mengenai pendapat orang dan pembuatan keputusan di bawah ketidaktentuan untuk pendirian percobaan laboran sebagai alat dalam analisis ekonomi empiris, khususnya pada studi mekanisme pasar alternatif.

97.              Walt Whitman Rostow

Walt Whitman Rostow (7 Oktober 191613 Februari 2003) adalah seorang ahli ekonomi dan politikus. Artikel Walt Whitman Rostow yang dimuat dalam Economics Journal pada Maret 1956 berjudul The Take-Off Into Self-Sustained Growth pada awalnya memuat ide sederhana bahwa transformasi ekonomi setiap negara dapat ditelisik dari aspek sejarah pertumbuhan ekonominya hanya dalam tiga tahap: tahap prekondisi tinggal landas (yang membutuhkan waktu berabad-abad lamanya), tahap tinggal landas (20-30 tahun), dan tahap kemandirian ekonomi yang terjadi secara terus-menerus.

98.              Wassily Leontief

Wassily Leontief (Amerika Serikat) merupakan pemenang nobel Ekonomi pada tahun 1973. Loentief memberikan gagasan tentang pengembangan metode masukan-keluaran dan aplikasinya kepada masalah-masalah ekonomi yang penting.

99.              Werner Sombart (1863-1947)

Menurut Werner Sombart pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi tiga tingkatan: Masa perekonomian tertutup, Masa kerajinan dan pertukangan, dan Masa kapitalis

100.          Wesley Clair Mitchel

Wesley Clair Mitchell (lahir 5 Agustus 1874 – meninggal 29 Oktober 1948 pada umur 74 tahun) adalah seorang ekonom Amerika Serikat yang dikenal atas karyanya mengenai siklus ekonomi dan bantuannya terhadap National Bureau of Economic Research dalam dekade pertamanya.

SUMBER BAHAN :

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_penerima_hadiah_Nobel_Ekonomi

http://finda-maniez.blogspot.com/2009/06/arthur-cecile-pigou.html

http://liliktokoh.blogspot.com/

http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonometrika

http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com

One comment on “Ahli-ahli Ekonomi Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s