MENGHARGAI DIRI SENDIRI DAN MENGHARGAI WAKTU

PENTINGNYA MENGHARGAI DIRI DAN WAKTU

 A.    Pengertian Menghargai Waktu dan Menghargai Diri

1. Pengertian Menghargai waktu

Menurut Kamus besar bahasa Indonesia (2009) menghargai adalah menghormati, mengindahkan, memandang penting (bermanfaat dan berguna). Seseorang akan menghormati atau mengindahkan seseorang (atau sesuatu) ketika memandang penting seseorang (atau sesuatu) itu.

Waktu menurut kamus besar bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa menghargai waktu adalah ketika seseorang dapat menggunakan waktu yang dimiliki untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Quality time atau waktu yang berkualitas merupakan refleksi dari berharganya setiap detik yang  dilalui. Sejatinya, dalam kehidupan manusia memang tidak ada waktu yang tidak berkualitas karena waktu merupakan sesuatu yang berharga untuk dimanfaatkan dalam kehidupan manusia.

Quality time sendiri bisa bermakna sebagai manajemen penggunaan waktu yang bisa dimanfaatkan untuk mengatur dan mensinergikan waktu dengan optimasi benefiditas (kebermanfaatan) atau utility (kebergunaan) setiap aktivitas kita.

Memanfaatkan quality time sering pula dikaitkan dengan cara kita menghargai dan memanfaatkan waktu, serta menghabiskan waktu dan dengan aktivitas yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan sebuah kebersamaan, kedekatan dan kekuatan sebuah hubungan batin, serta harmonisnya jalinan komunikasi dalam sebuah hubungan, seperti keluarga, pertemanan atau persaudaraan. Para pakar sering menegaskan bahwa bukan hanya intensitas pertemuan yang membuat sebuah hubungan harmonis, tetapi bagaimana kita dapat memanfaatkan waktu yang kita punya lebih intensif untuk kebersamaan itu, sehingga menjadi sesuatu yang berharga, komunikatif, menyenangkan, nyaman dan membahagiakan pasangan atau keluarga kita. Dengan demikian, quality time menjadi faktor psikologis yang bermanfaat dalam membangun kesehatan dan kenyamanan hati bahkan pikiran kita.

2. Pengertian Menghargai Diri

La Rochefoucauld menganggap bahwa cinta kepada diri sendiri (self-hal) adalah dorongan utama yang dari semua aktivitas manusia Abraham Maslow menyatakan bahwa tidak ada kesehatan psikologis kecuali inti penting dari orang tersebut pada dasarnya diterima, dicintai dan dihormati oleh orang lain dan oleh dia atau dirinya.  Harga diri memungkinkan orang untuk menghadapi hidup dengan lebih percaya diri, kebajikan dan optimisme, dan dengan demikian mudah mencapai tujuan mereka dan mengaktualisasikan diri.

Menghargai Diri Sendiri merupakan suatu sikap menghormati dan menjaga diri sendiri, tidak membiarkannya terlantar dan menjadi beban orang lain, serta tidak membiarkannya diperalat atau dimanipulasikan oleh orang lain. Menghargai diri adalah ketika kita memiliki perasaan untuk bisa menerima apa yang kita miliki. Dengan menghargai apa yang dimiliki maka kita bisa mengoptimalkan semua potensi yang ada pada diri kita untuk mencapai tujuan dan cita-cita yang kita rencanakan sebelumnya. Pada dasarnya orang bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya jika mereka mampu untuk menerima dan menghargai dirinya saat ini. Namun menghargai diri sendiri bukan sekedar mementingkan diri sendiri, melainkan bentuk penghargaan kita kepada lingkungan dimana kita berada.

Menghormati diri bukanlah tentang apa yang kita lakukan, tapi siapa kita. Ini adalah tentang perasaan dihargai. Ini adalah tentang mampu untuk berdiri tegak dan merasa bangga dan diri kita sendiri hanya karena kita ada. Ini adalah tentang mencintai diri sendiri untuk diri kita sendiri – hanya karena kita.

Sikap menghargai diri dapat terlihat dari tindakan seseorang menjadikan dirinya sebagai subyek, pelaku aktif dalam setiap tindakan dan tidak menjadikan dirinya obyek yang tertindas, yang hanya menerima nasib begitu saja. Untuk menghargai diri seseorang perlu mengembangkan keyakinan bahwa ia mampu hidup dan patut berbahagia dalam menghadapi kehidupan dengan penuh keyakinan, kebajikan, dan optimisme yang akan membantu kita mencapai tujuan. Dengan mengembangkan harga diri berarti memperluas kapasitas kita untuk mencapai kebahagiaan

Cara-cara menghargai diri dan waktu :

à      Hindarkan diri kita dari tindakan tercela

à      Kembangkan sikap tanggung jawab terhadap diri sendiri

à      Beri pujian terhadap diri sendiri

à      Senantiasa bersyukur atas nikmat yang ada

à      Kembangkan keyakinan bahwa kita mampu

à      Selalu optimis dalam kehidupan

B.     Faktor-Faktor Penyebab Orang Tidak Menghargai Diri dan Waktu

Penghalang seseorang untuk tidak menghargai diri sendiri adalah rasa rendah diri, yang dapat dimengerti sebagai suatu sikap negatif memandang diri sendiri rendah. Orang yang rendah diri senantiasa dikejar-kejar oleh kekurangan-kekurangan yang menghantui, baik kekurangan itu sungguh-sungguh ada ataupun hanya karena dibayangkan oleh diri kita sendiri.

Faktor dari luar mengapa seseorang tidak mampu menghargai dirinya sendiri karena orang disekitarnya telah memberikan stereotip bahwa dia orang yang tidak baik. Sehingga pandangan orang tersebut akan melekat pada dirinya yang akan berakibat memandang rendah dirinya sendiri. Selain itu kebiasan orang tua, baik positif atau negatif, dapat mempengaruhi perkembangan kebiasaan-kebiasaan yang sama dari persepsi diri pada anak-anak mereka.

C.    Dampak Orang yang Tidak Menghargai Waktu dan Diri

1. Dampak tidak menghargai waktu

  • Ketika seseorang hanya menggunakan waktunya untuk hal yang tidak bermanfaat akan mengakibatkan kehidupan yang tidak baik untuk masa depan. Padahal ada pepatah yang mengatakan “time is money” yang artinya “waktu adalah uang”. Menurut kata itu sudah tidak asing lagi dikalangan remaja hingga dewasa. Sebab pekerjaan tanpa adanya waktu yang stabil tidak akan berjalan lancar.
  • Bertambahnya pengangguran. Kita juga harus mengingat bahwa sekarang pengangguran terjadi dimana-mana. Semua itu terjadi karena salah menempatkan waktu, kita terbiasa santa tanpa berfikir panjang “dari mana membiayai hidup”. Apabila waktu kita digunakan seperti kita tidak akan pernah menjadi orang yang mandiri.
  • Mudah terpengaruh. Dengan kita selalu menggunakan waktu untuk hal-hal yang tidak baik, pasti tidak akan baik pula bagi pendirian kita untuk melakukan sesuatu yang akan kita kerjakan. Sebab pada waktu kita beraktivitas akan ada pengaruh-pengaruh yang akan datang tanpa kita duga.
  • Orang yang selalu tidak menghargai waktu selalu menggampangkan semua hal penting apalagi yang sepele sehingga efeknya mereka akan bertindak “grusa-srusu” tanpa memikirkan dampak di kemudian hari.
  • Rasulullah SAW mengajarkan agar setiap Muslim menghargai waktu, utamanya waktu ‘sekarang’, karena waktu yang selalu tersedia bagi kesempatan itu ialah ‘sekarang’. ‘Sekarang’ adalah kesempatan yang terbaik. Dari sabda Rasulullah SAW, kita dapat memahami bahwa mengulur-ulur waktu, menunda pekerjaan, dan menyia-nyiakan kesempatan sangatlah bertentangan dengan ajaran Islam. Kebiasaan mengulur waktu dan menunda kerja yang dilarang Rasulullah SAW itu jika diteruskan akan membuat umat Islam tertinggal dan lemah.
  • Menepati waktu sangat erat hubungannya dengan disiplin. Sementara disiplin sering dikaitkan dengan kesuksesan. Setiap perbuatan baik yang tidak dilakukan dengan disiplin tidak akan berhasil. Sebaik apapun rencana yang disusun jika tidak disertai dengan disiplin dalam pelaksanaannya maka tidak akan mencapai sukses.

2. Dampak tidak menghargai diri

Seseorang yang tidak mau menghargai dirinya tidak akan mampu bertindak sesuai dengan apa yang menjadi pilihan terbaik. Mereka tidak akan mempunyai penilaian yang baik untuk dirinya sehingga akan merasa bersalah ketika orang lain tidak menyukai pilhan mereka.

Mereka yang tidak menghargai dirinya sulit menemukan kepercayaan dalam kapasitas mereka untuk memecahkan masalah sehingga akan mengalami keraguan setelah mengalami kegagalan dan kesulitan. Akibatnya orang tersebut akan menganggap dirinya tidak sama martabatnya dengan orang lain.

Orang yang menganggap dirinya lebih rendah dari orang lain akan sulit untuk menikmati kehidupan dalam berbagai macam aktivitas. Mereka akan terpaku melihat pada orang lain yang lebih sukses dari dirinya tanpa mau mempedulikan apa yang sekiranya terbaik untuk dirinya. Mereka tidak peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain sehingga sering melanggar aturan-aturan sosial yang berlaku umum yang akan menyulitkannya untuk mencapai keberhasilan

Mereka yang sulit untuk menghargai dirinya sendiri akan menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Sulit mengkritik diri sendiri, cenderung untuk menciptakan keadaan kebiasaan ketidakpuasan dengan diri sendiri.
  • Hipersensitivitas terhadap kritik, yang membuat diri sendiri merasa mudah diserang dan mengalami kekecewaan keras kepala terhadap kritik.
  • Akan mengalami kebimbangan karena tidak begitu banyak informasi yang didapatkan, tetapi akan mengalami ketakutan yang berlebih.
  • Berlebihan untuk menyenangkan orang lain. Tidak bersedia untuk mengatakan “tidak”, karena takut tidak menengkan pemohon.
  • Perfeksionis. Akan melakukan segala sesuatu berusaha “sempurna” tanpa kesalahan tunggal, yang dapat menyebabkan frustasi ketika tidak tercapai kesempurnaan.
  • Melebih-lebihkan besarnya kesalahan atau pelanggaran dan mengeluh tentang mereka tanpa batas waktu, tidak pernah mencapai pengampunan penuh.
  • Mengambang permusuhan, lekas marah ditempat terbuka, selalu di ambang meledak bahkan untuk hal-hal yang tidak penting, sebuah karakreristik sikap seseorang yang merasa buruk tentang segala sesuatu yang kecewa atau tidak puas dengan segala sesuatu.

D.    Ilustrasi/Contoh Dan Hasil Orang yang Tidak Menghargai Waktu dan Diri

Penyalahgunaan narkoba

  • Alasan yang mendorong seseorang menggunakan narkoba diantaranya:
  1. Rasa ingin tahu
  2. Ajakan teman
  3. Pelarian terhadap masalah
  4. Ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga
  5. Kuatnya jaringan pemasaran atau pendistribusian narkoba.
  • Proses penyalahgunaan narkoba

1. Kontak pertama

Terjadi ketika ada hubungan antara dua orang teman dalam kelompok sosial. Seseorang menawarkan narkoba dan yang lainnya merasa terdorong untuk ingin tahu dan ingin mencobanya sehingga mengalami ketergantungan

2. Eksperimental

3. Setelah mengadakan kontak pertama, beberapa individu berusaha mencoba-coba (eksperimen) dengan zat lain dan dengan cara yang mungkin lebih canggih. Ketika ia merasakan betapa nikmatnya narkoba, orang tersebut akan meneruskan perilaku tersebut sehingga menjadi kebiasaan (life style).

4. Rekreasional

5. Pengguna narkoba dalam kesempatan atau situasi tertentu.

6. Situasional

7. Zat psikoaktif mulai dipergunakan untuk mengatasi ketegangan psikis, rasa sedih, stress atau kecewa.

8.    Intensif penyalahgunaan atau dependensi

9.  Individu menggunakan zat psikoaktif secara teratur, reguler, dan menikmatinya dengan dosis yang lebih tinggi. Oleh karena itu, mereka tidak mungkin berhenti secara total dari penggunaan narkoba.

10. Kompulsif atau ketergantungan atau adiksi

11. Pecandu selalu berupaya jangan sampai dirinya mengalami gejala putus obat atau sakau.

  • Akibat Narkoba

Pada dasarnya akibat penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi akibat fisik dan    psikis. Akibat yang terjadi tentu tergantung kepada jenis narkoba yang digunakan, cara penggunaan, dan lama penggunaan.

Beberapa akibat fisik ialah kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, paru-paru, dan penularan HIV/AIDS melalui penggunaan jarum suntik bergantian. Sebagai contoh, sekitar 70 persen pengguna narkoba suntikan di Cina tertular HIV/ AIDS. Di Indonesia, sejak beberapa tahun terakhir ini jumlah kasus HIV/AIDS yang tertular melalui penggunaan jarum suntik di kalangan pengguna narkotik tampak meningkat tajam. Akibat lain juga timbul sebagai komplikasi cara penggunaan narkoba melalui suntikan, misalnya infeksi pembuluh darah dan penyumbatan pembuluh darah.

Di samping akibat tersebut di atas, terjadi juga pengaruh terhadap irama hidup yang menjadi kacau seperti tidur, makan, minum, mandi, dan kebersihan lainnya. Lebih lanjut, kekacauan irama hidup memudahkan timbulnya berbagai penyakit. Akibat psikis yang mungkin terjadi ialah sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku, sampai mengalami sakit jiwa.

Akibat fisik dan psikis tersebut dapat menimbulkan akibat lebih jauh yang mungkin mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Bahkan acapkali pula merugikan orang lain. Sebagai contoh, perkelahian dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena pelaku tidak berada dalam keadaan normal, baik fisik maupun psikis.

Penggunaan narkoba dapat menimbulkan ketergantungan. Ketergantungan terhadap narkoba ternyata tidak mudah diatasi. Meski cukup banyak remaja yang berjuang untuk keluar dari ketergantungan narkoba, acap kali mereka jatuh kembali. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah meluncurkan program substitusi obat dengan menggunakan metadon. Diharapkan dengan pemberian metadon ini penggunaan narkoba suntikan dapat dikurangi atau dihentikan. Penggunaan narkoba suntikan amat berisiko menularkan penyakit Hepatitis C dan HIV.

Merokok

Tak dipungkiri, sebagian kelompok dewasa muda baik laki-laki maupun wanita memiliki kebiasaan merokok. Merokok bagi sebagian orang sudah menjadi bagian hidup atau life style dan sulit untuk menghentikan kebiasaan ini.

Alasan-alasan merokok.

Tomkins dalam Sarafino (1994) menyatakan beberapa alasan individu memiliki perilaku kebiasaan merokok, antara lain:

a. Pengaruh positif (positive affect)

yaitu individu mau merokok karena merokok memberi manfaat positif bagi dirinya. Ia menjadi senang, tenang, dan nyaman.

b. Pengaruh negatif (negative affect)

yaitu merokok dapat meredakan emosi-emosi negatif yang dihadapi dalam hidupnya. Misalnya, ketika dalam keadaan cemas.

c. Kebiasaan (habbitual)

yaitu perilaku yang sudah menjadi kebiasaan. Individu tak dapat menghindar atau menolak permintaan yang berasal dari dalam diri atau internal.

d. Ketergantungan psikologis (psychological dependen)  

yaitu kondisi ketika individu selallu merasakan, memikirkan dan memutuskan untuk merokok terus menerus.

  • Dampak Rokok

Merokok bisa meningkatkan kecenderungan untuk terkena masuk angin dan flu. Menurut riset jika seseorang itu perokok aktif, akan beresiko lebih sering mengalami masuk angin, bronchitis dan flu. Secara tidak sadar Anda juga bisa menularkan penyakit ini pada orang lain. Inveksi virusnya bisa ditularkan melalui asap rokok yang Anda keluarkan.

Merokok juga dapat menyebabkan kanker, penyakit jantung, stroke dan meningkatkan kolesterol. Jantung akan terpengaruh secara langsung karena pembuluh darah membangun jaringan lemak lebih cepat disekitarnya. Sehingga arteri tidak akan cukup cepat untuk memompa darah yang bisa mendukung kebutuhan alami jantung. Akibatnya terjadi pembekuan darah, merusak pembuluh darah dan pada akhirnya menyebabkan penyumbatan yang bisa berakhir dengan stroke bahkan kematian.

Jika Anda perokok aktif, jangan anggap Anda saja yang beresiko terkena penyakit. Orang lain yang menghirup asap rokok Anda juga berpeluang besar mempunyai penyakit yang mematikan. Karena asap rokok mengandung karbon monoksida dan tar yang juga menjadi racun dalam tubuh mereka.

Ada bahaya merokok bagi kesehatan balita atau bayi Anda. Merokok selama kehamilan bisa mengakibatkan gangguan  dan kelainan pada janin. Para ahli menemukan bayi yang ibunya merokok selama kehamilan lahir dengan saluran udara yang lebih kecil. Ini membuat mereka lebih rentan terhadap masalah pernapasan setelah lahir. Masalah-masalah pernapasan dapat menempatkan bayi pada resiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak.

Bahaya merokok saat kehamilan memang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan pada bayi. Ibu yang merokok beresiko memiliki bayi lahir mati, keguguran atau bayi prematur. Merokok saat hamil akan menurunkan jumlah oksigen yang tersedia bagi ibu dan bayi yang dikandung. Akibatnya denyut jantung bayi akan meningkat yang beresiko meningkatkan kelahiran prematur dan kematian.

Menyontek

Menyontek adalah salah satu fenomena pendidikan yang sering dan bahkan selalu muncul menyertai aktivitas proses belajar mengajar sehari–hari. Menyontek sesungguhnya adalah perilaku yang yang didapatkan dari hasil belajar dan faktor kondisional. Menyontek terkait dengan moral dan kondisi psikologis si pelaku. Oleh karena itu untuk mencegah tidaklah cukup dengan hanya melakukan intervensi kepada faktor kognitif para penyontek, tetapi harus diarahkan kepada faktor- faktor penyebab terjadinya menyontek, seperti sistem ujian, sikap penguji, sistem pengawasan, dan lain- lain.

Perbuatan contek menyontek dikalangan pelajar sampai saat ini masih saja ada, tidak pernah terdengar ada sanksi, skorsing atau  pengurangan nilai. Tidak pernah ada dalam rapat orang tua, guru, kepala sekolah, pengawas, dan pembina pendidikan membicarakan masalah menyontek, sekolah seakan menutup diri, seolah-olah semua siswa-siswinya bersih dalam praktek menyontek.

Haryono, dkk (2001) menyatakan bahwa menyontek yang menjadi kebiasaan  akan berakibat negatif bagi diri pelajar sendiri maupun dalam skala yang lebih luas. Pelajar yang terbiasa menyontek akan senang menggantungkan pencapaian hasil belajarnya pada orang lain atau sarana tertentu dan bukan pada kemampuan dirinya sendiri.

Pelajar menyontek karena berbagai alasan. Ada yang menyontek karena  malas belajar, ada yang takut bila mengalami kegagalan, ada pula yang dituntut orang tuanya untuk memperoleh nilai yang baik. Dorongan untuk menyontek akan semakin kuat apabila pendidik membangkitkan suasana bersaing antar pelajar. Pelajar yang merasakan tingkat persaingan yang tinggi dan merasa tidak percaya diri dengan kemampuannya akan terdorong untuk menyontek.

Mereka menyontek karena tidak percaya pada kemampuan sendiri, membohongi diri sendiri, tidak menghargai diri sendiri, tidak mempunyai keinginan untuk mencapai suatu prestasi dengan  kemampuan sendiri karena tergantung pada orang lain dan pemalas

Tawuran

Tawuran atau Tubir adalah istilah yang sering digunakan masyarakat Indonesia, khususnya di kota-kota besar sebagai perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok atau suatu rumpun masyarakat. Sebab tawuran ada beragam, mulai dari hal sepele sampai hal-hal serius yang menjurus pada tindakan bentrok.

Tawuran adalah akibat dari ditiadakannya pelajaran di sekolah- sekolah yang mengajarkan budi pekerti sejak masa orde baru, dimana semua bebas mengutarakan pendapat. Hilangnya sifat saling menghargai pada anak didik di sekolah. Dimana bila ada perselisihan, ketidaksepakatan, kekisruhan, tidak diselesaikan dengan cara musyawarah tanpa harus bersitegang. Dimana individu berani berhadapan untuk berdialog dan berargumen untuk menyelesaikan masalah, dan tidak berkelompok, mengeroyok, bertawuran.

Bunuh Diri

Bunuh diri adalah perbuatan menghentikan hidup sendiri yang dilakukan oleh individu itu sendiri atau atas permintaannya. Pada dasarnya, segala sesuatu itu memiliki hubungan sebab akibat (ini adalah sistematika). Dalam hubungan sebab akibat ini akan menghasilkan suatu alasan atau sebab tindakan yang disebut motif.

Penyebab remaja melakukan bunuh diri antara lain:

  • Konflik dengan keluarga
  • Ditolak dalam pergaulan
  • Berpisah dengan orang yang dicintai
  • Merasa dipermalukan
  • Konflik dengan pacar
  • Menghindari masalah
  • Ujian nasional

Beck (dalam Halgin & Whitbourne, 2003) mengatakan bahwa bunuh diri adalah ekspresi dari hilangnya harapan yang dicetuskan oleh ketidakmampuan individu dalam mengatasi stres.

Shneidman (dalam Halgin & Whitbourne, 2003) menyatakan bahwa individu yang mencoba bunuh diri adalah individu yang mencoba untuk mengkomunikasikan rasa frustrasinya kepada seseorang yang dianggap penting oleh individu tersebut. Secara garis besar bunuh diri dalam tinjauan psikologis dibahas dengan menggunakan pendekatan teori psikodinamik, teori kognitif-behavior dan teori gangguan mental.

Sek Bebas

Perilaku seks yang di anggap melanggar norma bukanlah barang baru. Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan diluar ikatan pernikahan, baik suka sama suka atau dalam dunia prostitusi. Seks bebas bukan hanya dilakukan oleh kaum remaja bahkan yang telah berumah tangga pun sering melakukannya dengan orang yang bukan pasangannya. Biasanya dilakukan dengan alasan mencari variasi seks ataupun sensasi seks untuk mengatasi kejenuhan.

Bahaya Sex Bebas Pada Remaja. Dampak dari  sex bebas (free sex), khususnya pada remaja dapat dibagi menjadi:

  1. Bahaya Fisik

Bahaya fisik yang dapat terjadi adalah terkena penyakit kelamin (Penyakit Menular Sexual/ PMS)  dan HIV/AIDS serta bahaya kehamilan dini yang tak dikehendaki.

PMS adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui hubungan seksual.  Seseorang berisiko tinggi terkena PMS bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal.  Bila tidak diobati dengan benar, penyakit ini dapat berakibat serius bagi kesehatan reproduksi, seperti terjadinya kemandulan, kebutaan pada bayi yang baru lahir bahkan kematian. Penyakit kelamin yang dapat terjadi adalah kencing nanah (Gonorrhoe), raja singa (Sifilis), herpes genitalis, limfogranuloma venereum (LGV), kandidiasis, trikomonas vaginalis, kutil kelamin dan sebagainya.

2. Bahaya perilaku dan kejiwaan

Sex bebas akan menyebabkan terjadinya penyakit kelainan seksual berupa keinginan untuk selalu melakukan hubungan sex. Si penderita menjadi pemalas, sulit berkonsentrasi, sering lupa, bengong, ngelamun, badan jadi kurus dan kejiwaan menjadi tidak stabil. Yang ada dipikirannya hanyalah seks dan seks serta keinginan untuk melampiaskan nafsu seksualnya. Akibatnya bila tidak mendapat teman untuk sex bebas, ia akan pergi ke tempat pelacuran (prostitusi) dan menjadi pemerkosa. Lebih ironis lagi bila ia tak menemukan orang dewasa sebagai korbannya, ia tak segan-segan memerkosa anak-anak dibawah umur bahkan nenek yang sudah uzur.

3. Bahaya sosial

Sex bebas juag akan menyebabkan seseorang tidak lagi berpikir untuk membentuk keluarga, mempunyai anak, apalagi memikul sebuah tanggung jawab. Mereka hanya menginginkan hidup di atas kebebasan semu. Lebih parah lagi seorang wanita yang melakukan sex bebas pada akhirnya akan terjerumus ke dalam lembah pelacuran dan prostitusi.

Anak yang terlanjur terlahir akibat sex bebas tidak akan mendapat perhatian dan pendidikan yang cukup. Setelah ia tahu bahwa ia terlahir akibat perzinahan, maka kejiwaannya akan menjadi kaku dan tersisih dalam pergaulan dan sosial kemasyarakatan, bahkan tak jarang ia akan terlibat dalam masalah kriminalitas. Hal yang lebih ironis lagi adalah sering ayah dari anak yang terlahir akibat sex bebas tidak jelas lagi siapa ayahnya.

Sex bebas juga akan menyebabkan berantakannya suatu keluarga dan terputusnya tali silaturrahmi dan kekerabatan. Orang tua biasanya tidak akan perduli lagi pada anak yang telah jauh tersesat ini, sebaliknya seorang remaja yang merasa tidak dipedulikan lagi oleh orang tuanya akan semakin nekad, membangkang dan tidak patuh lagi pada orang tua. Ia juga akan terlibat konfrontasi dengan sanak saudara lainnya. Hal ini pada akhirnya dapat menimbulkan rasa frustasi dan kecewa serta dendam tak kesudahan terhadap anggota keluarga sendiri.

4. Bahaya perekonomian

Sex bebas akan melemahkan perekonomian si pelaku karena menurunnya produktivitas si pelaku akibat kondisi fisik dan mental yang menurun, penghamburan harta untuk memenuhi keinginan sex bebasnya. Disamping itu sipelaku juga akan berupaya mendapatkan harta dan uang dengan menghalalkan segala cara termasuk dari jalan yang haram dan keji seperti korupsi, menipu, judi, bisnis minuman keras dan narkoba dan lain sebagainya.

5. Bahaya keagamaan dan akhirat

Para pemuda yang terperosok kedalam lumpur kehanyutan sex bebas dan kemerosotan akhlak akan ditimpa 4 macam hal tercela yang diisyaratkan dan disebutkan tanda-tandanya oleh Rasulullah SAW, sebagaimana yang tercantum dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani. Rasulullah SAW bersabda : ”Jauhilah zina karena ia mengakibatkan 4 macam hal; menghilangkan wibawa di wajah, menghalangi rezeki, dimurkai Allah dan menyebabkan kekelan dalam neraka” (HR. Ath-Thabrani).  Seorang pezina ketika ia melakukan zina akan terlepas dari keimanan dan ke Islaman, sebagaimana hadist Rasulullah SAW: ” Tidak ada seorang pezina ketika melakukan zina sedangkan saat itu ia beriman….” (HR. Bukhari dan Muslim)

Diantara bahaya akhirat, seorang pezina jika tidak bertaubat akan dilipat gandakan siksaanya pada hari kiamat, sebagaimana firman Allah SWT: ”Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya ia mendapat (pembalasan) dosa (nya) (yakni) akan dilipatgandakan azb untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina” (QS. Al Furqaan: 68-69)


SUMBER :

http://etd.eprints.ums.ac.id/9214/1/F100030067.pdf

http://gen22.blogspot.com/2010/01/7-penyebab-remaja-bunuh-diri.html

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081026082753AA4WitM

http://id.wikipedia.org/wiki/Bunuh_diri

http://id.wikipedia.org/wiki/Tawuran

http://ilmupsikologi.wordpress.com/2010/03/30/bunuh-diri-menurut-pandangan-psikologi/#more-573

http://madrasahunggulan.wordpress.com/2010/04/17/menghargai-waktu/

http://organisasi.org/macam-jenis-pengertian-penyimpangan-sosial-individual-dan-kolektif-pelajaran-sosiologi-ips

http://www.google.co.id/search?q=bahaya+narkoba&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a

http://niahidayati.net/memanfaatkan-quality-time.html

http://www.iniluarbiasa.com/waktu-ibarat-pedang/

http://www.yoga.web.id/2011/05/memanfaatkan-waktu-dengan-baik.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s