CARA MENYIKAPI KRITIK

Ditulis oleh: Anne Ahira

“Anda tidak berhak dipuji kalau tidak bisa menerima kritikan.”
— Halle Berry, 2005

Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan Halle Berry, artis peraih Oscar melalui film James Bond ‘Die Another Day’ di tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie Award. Razzie Award adalah penghargaan yang diberikan kepada mereka yang dinilai aktingnya buruk. Label pemain terburuk ini didapatkan Halle setelah memainkan perannya di film ‘Cat Woman’. Ia adalah orang yang pertama kali langsung datang ke tempat pemberian penghargaan tersebut. Tidak ada Aktor dan Artis lain sebelumnya yang sanggup datang dan hanya menyampaikan pesannya melalui video. Sambutannya sungguh menarik :

“Saya menerima penghargaan ini dengan tulus. Saya menganggap ini sebagai kritik  bagi saya untuk tampil lebih baik di film-film saya berikutnya. Saya masih ingat pesan ibu saya bahwa… ‘Kamu tidak berhak dipuji kalau kamu tidak bisa menerima kritikan’.”

Tepukan tangan sambil berdiri sebagai bentuk ketakjuban dari para hadirin sangat memeriahkan malam itu. Ya, sangat sedikit orang yang sanggup menerima kritikan seperti Halle.

Nah, sekarang, apa arti kritik bagi Anda? Apakah itu musibah buruk? Seperti bencana yang tidak terduga, atau… simbol kehancuran diri? Adakah yang bisa menganggap kritik layaknya ia menerima pujian?

Kritik memiliki banyak bentuk… Kritik bisa berupa nasehat, obrolan, sindiran, guyonan, hingga cacian pedas. Wajar saja jika setiap orang tidak suka akan kritik. Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan semua orang dan mendapatkan pujian.

Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa aman dari kritik? Tokh kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia ini lebih banyak orang yang suka mengkritik, daripada dikritik.🙂 Kalau kamu suka sepak bola, pasti sering mengamati para komentator dalam mengeluarkan pernyataan pedasnya. Padahal belum tentu kepandaian mereka dalam mengkritik orang lain sebanding dengan kemampuannya jika disuruh memainkan bola sendiri di lapangan.😉
Belum lagi para pakar dan pengamat politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka ramai-ramai berkomentar kepada publik, seolah pernyataan merekalah yang paling benar.🙂

Namun bukan itu permasalahannya!

Pertanyaannya sekarang adalah… seandainya Anda mendapatkan kritikan, yang sakitnya melebihi tamparan, apa yang harus kita lakukan?

Jawabannya adalah…

=> Nikmatilah setiap kritikan layaknya kue kegemaran kita!

Mungkinkah? Mengapa tidak!🙂 Kita mempunyai wewenang penuh untuk mengontrol perasaan kita.

Berikut tips  saat menghadapi sebuah kritik:

1. Ubah Paradigma Kita Terhadap Kritik

Tidak sedikit orang yang jatuh hanya gara-gara kritik, meski tidak semua kritik itu benar dan perlu ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan adanya yang *masih peduli* kepada kita. Coba perhatikan perusahaan-perusahaan besar yang harus mengirimkan berbagai survey untuk mengetahui kelemahannya. Bayangkan jika kita harus melakukan hal yang sama, mengeluarkan banyak uang hanya untuk mengetahui kekurangan kita! LoL.🙂 Kritik merupakan kesempatan untuk koreksi diri. Tentu saja akan menyenangkan jika mengetahui secara langsung kekurangan kita, daripada sekedar menerima dampaknya, seperti dikucilkan misalnya.

2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik

Tidak ada salahnya mencari tahu detil kritik yang disampaikan. Dyah bisa
belajar dari mereka dan melakukan
koreksi terhadap diri Dyah. Bisa jadi
kritik yang disampaikan benar adanya.

Jika perlu, justru carilah orang yang
mau memberikan kritik sekaligus saran
kepada Dyah. Tokh Dyah tidak akan
menjadi rendah dengan hal itu.

Justru sebaliknya, pendapat orang bisa
jadi membuka persepsi, wawasan, maupun
paradigma baru yang mendukung goal
Dyah.

3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!

Tanggapi kritik dengan bijak. Dyah
tidak perlu merasa marah atau
memasukkannya ke dalam hati. Toh
menyampaikan pendapat adalah hak semua
orang.

Nikmatilah apapun yang mereka
sampaikan. Tidak ada ruginya untuk
ringan dalam mema’afkan seseorang.
Anggaplah semua itu untuk perbaikan
yang menguntungkan Dyah kelak.

Jangan pernah Dyah balas kritik dengan
kritik. Karena hal ini hanya akan
membuat perdebatan, menguras tenaga &
pikiran. Tidak ada gunanya…

4. Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^

Ini semua bisa melatih mental kita agar
bisa *tegar* menghadapi ujian yang
lebih hebat di kemudian hari.

Singkatnya, kita memang hanya layak
dipuji jika sudah berani menerima
kritikan. Meski tidak mudah, asah terus
keberanian Dyah untuk menikmati kritik
layaknya menikmati kue Dyah.

Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan
datang apabila kita sudah melakukan
sesuatu yang berharga.

So, jangan pernah bosan untuk memburu
kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan
lapang dada!🙂

*********** Resource Box ****************

Saat Anda perlu Domain & Hosting
Anda akan selalu ingat:
http://www.AsianBrainHosting.com🙂

Di Mana Tempat Terbaik Kita?

Ditulis oleh: Anne Ahira
Dimanapun kita berada, maka disitulah tempat terbaik kita..!

Seringkali kita merasa terkungkung dengan lingkungan dimana kita berada. Tidak jarang orang berpikir dan merasa bahwa tidak mungkin bagi mereka untuk bisa meraih sukses.

Misalnya mereka yang hidup di daerah terpencil, merasa susah, dan jauh untuk mendapat sentuhan teknologi, atau menerima informasi terbaru dengan cepat. Hingga berpikir, begitu susahnya berjuang dan mengembangkan usaha. Sebaliknya, mereka yang hidup di kota besar berpikir betapa sesaknya dunia. Begitu ketatnya tingkat persaingan hidup.

Dimana pun berada, saling sikut, saling senggol, saling tendang. Hingga akhirnya memutuskan, memang susah untuk menjadi  yang terdepan. Dalam berjuang segala sesuatunya memang seringkali tidak sesuai keinginan kita. Bisa jadi kita merasa lingkungan tidak lagi ramah, dan kondisinya tidak nyaman.

Padahal sesungguhnya, dimanapun kitaberada, pahami bahwa ITULAH tempat
terbaik kita. Tempat dimana kita hidup, tempat di mana kita memperjuangkan apapun yang kita inginkan.

Sekarang, mari kita renungkan sejenak…

1. Jika kita selalu saja berpikir bahwa tempat lain adalah lebih baik, maka sampai kapan kita akan mulai berjuang?

2. Jika kita selalu saja menunggu datangnya kesempatan emas di tempat lain, berapa banyak waktu yang terbuang, hanya sekadar untuk menunggunya?

3. Jika kita selalu saja menunda apapun yang bisa kita lakukan di tempat kita berada sekarang, maka berapa banyak kesempatan yang terbuang percuma?

Dan masih banyak lagi hal yang perlu kita renungkan..!

Karenanya, jika saja kita mau berpikir bahwa inilah tempat terbaik kita, maka kita akan memiliki kesadaran dan kemampuan untuk membuat segala sesuatunya menjadilebih baik, lebih bernilai, dan penuh arti!

Kita semua memiliki kesempatan emas untuk  menjadi besar & benar dimana saja… asal, kita mau memperjuangkannya!

 

*********** Resource Box ****************

Belajar bisnis bersama Anne Ahira:
Kunjungi: http://www.AsianBrain.com  klik!

MENGUKIR SEJARAH

Seperti Apa Anda Mengukir Sejarah?

Ditulis oleh: Anne Ahira

“The difference between a successful person and others is in a lack of will”
~ Vince Lombardi, Football Coach

Kebanyakan manusia cukup puas hanya dengan…

Lahir – Hidup – dan lalu meninggal.

Hingga akhirnya yang tertinggal hanya  tiga baris di batu nisannya :

Si X, lahir tanggal sekian, dan meninggal tanggal sekian!

Inginkah Anda menjalani hidup apa adanya seperti itu?

Seperti apa Anda mengukir sejarah?

Ada 3 hal yang bisa membedakan kamu dengan kebanyakan orang dalam mengukir sejarah, yaitu…

Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan.

1. Kemauan

Kemauan menjadi kata kunci yang paling penting dalam menentukan sejarah hidup. Mau menjadi apa? Seperti apa? dan di mana? Tentunya hanya diri kita yang paling mengetahuinya!

Cobalah catat semuanya. Baik itu melalui memori, diary, atau melalui selembar kertas sekali pun! Dyah pasti punya kemauan!

Jangan pernah katakan Anda  tidak punya kemauan. Hidup itu terlalu pendek untuk disia-siakan.

2. Keilmuan

Percaya, segala sesuatu itu pasti ada ilmunya! Jika Dyah punya kemauan dan memiliki ilmunya, maka segala usaha akan tercapai dengan lebih baik.

Itu sebabnya Dyah harus mau belajar dan belajar. Dyah bisa belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja.

Ingat, tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar, mengenal, memahami, dan mengamalkan sesuatu hal yang bermanfaat bagi kehidupan Dyah, begitu juga bagi  orang lain.
Dan satu lagi….

3. Kesempatan

Jika kemauan ada, keilmuan ada, maka tinggal kesempatanlah yang memutuskan apakah Dyah bisa mengukir sejarah dengan baik atau tidak.

Kesempatan ini bisa datang dari mana saja, tergantung kecekatan Dyah dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Kita tahu, seringkali kesempatan itu hadir, tapi kita tidak mampu memanfaatkannya dengan benar, karena keilmuannya kurang, meski keinginan kita itu sebenarnya sudah besar.

Jika ini terjadi, tidak jarang orang menyesal dan kadang menjadi berfikir bahwa nasib selalu tidak berpihak padanya.

Sebenarnya tidak demikian ! Dia hanya tidak tahu bagaimana cara menyatukan 3K! Yaitu…

Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan!

Nah, sekarang  tahu, apa yang harus dilakukan untuk bisa mengukir sejarah dengan baik dalam hidup kita!

Padukan antara kemauan, keilmuan dan kesempatan. Jika kemauan sudah ada, keilmuan sudah ada, maka kesempatan itu sebenarnya bisa dicari dan diupayakan!
Dan percaya… ketika ketiga unsur ini berpadu dalam hidup Dyah, maka sejarah kebesaran tentang Dyah telah dimulai.🙂

Selamat mencoba!

****************************************
Belajar Bisnis bersama Anne Ahira:
Kunjungi: http://www.AsianBrain.com  klik!

CARA MENGUASAI KECERDASAN EMOSI

Ditulis oleh: Anne Ahira

“Siapapun bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yg baik, bukanlah hal mudah.” — Aristoteles, The Nicomachean Ethics.

Mampu menguasai emosi, seringkali orang menganggap remeh pada masalah ini. Padahal, kecerdasan otak saja tidak cukup menghantarkan seseorang mencapai kesuksesan. Justru, pengendalian emosi yang baik menjadi faktor penting penentu kesuksesan hidup seseorang.

Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran mental dari seseorang yang cerdas dalam menganalisa, merencanakan dan menyelesaikan masalah, mulai dari yang ringan hingga kompleks.

Dengan kecerdasan ini, seseorang bisa memahami, mengenal, dan memilih kualitas mereka sebagai insan manusia. Orang yang memiliki kecerdasan emosi bisa memahami orang lain dengan baik dan membuat keputusan dengan bijak. Lebih dari itu, kecerdasan ini terkait erat dengan bagaimana seseorang dapat mengaplikasikan apa yang ia pelajari tentang kebahagiaan, mencintai dan berinteraksi dengan sesamanya. Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan bertanggung jawab dalam segala hal yang terjadi dalam hidupnya sebagai bukti tingginya kecerdasan emosi yang dimilikinya.

Kecerdasan emosi lebih terfokus pada pencapaian kesuksesan hidup yang  *tidak tampak*.

Kesuksesan bisa tercapai ketika seseorang bisa membuat kesepakatan dengan melibatkan emosi, perasaan dan interaksi dengan sesamanya. Terbukti, pencapaian kesuksesan secara
materi tidak menjamin kepuasan hati seseorang.

Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang juga dikenal dengan sebutan “EQ”), dikenalkan melalui pasar dunia. Dinyatakan bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi dan menggunakan emosi
secara tepat dalam setiap bentuk interaksi lebih dibutuhkan daripada kecerdasan otak (IQ) seseorang.

Sekarang, mari kita lihat, bagaimana emosi bisa mengubah segala keterbatasan menjadi hal yang luar biasa….

Seorang miliuner kaya di Amerika Serikat, Donald Trump, adalah contoh apik dalam hal ini. Di tahun 1980 hingga 1990, Trump dikenal sebagai pengusaha real estate yang cukup sukses, dengan kekayaan pribadi yang diperkirakan sebesar satu miliar US dollar. Dua buku berhasil ditulis pada puncak karirnya, yaitu “The Art of The Deal dan Surviving at the Top”. Namun jalan yang dilalui Trump tidak selalu mulus…

Ingatkah depresi yang melanda dunia di akhir tahun 1990? Pada saat itu harga saham properti pun ikut anjlok dengan drastis. Hingga dalam waktu semalam, kehidupan Trump menjadi sangat berkebalikan. Trump yang sangat tergantung pada bisnis propertinya ini harus menanggung hutang sebesar 900 juta US Dollar! Bahkan Bank Dunia sudah memprediksi kebangkrutannya. Beberapa temannya yang mengalami nasib serupa berpikir bahwa inilah akhir kehidupan mereka, hingga benar-benar mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Di sini kecerdasan emosi Trump benar-benar diuji. Bagaimana tidak, ketika ia mengharap simpati dari mantan istrinya, ia justru diminta memberikan semua harta yang tersisa sebagai ganti rugi perceraian mereka.

Orang-orang yang dianggap sebagai teman dekatnya pun pergi meninggalkannya begitu saja. Alasan yang sangat mendukung bagi Trump untuk putus asa dan menyerah pada hidup. Namun itu tidak dilakukannya.

Trump justru memandang bahwa ini kesempatan untuk bekerja dan mengubah keadaan. Meski secara finansial ia telah kehilangan segalanya, namun ada “intangible asset” yang tetap dimilikinya.

Ya, Trump memiliki pengalaman dan pemahaman bisnis yang kuat, yang jauh lebih berharga dari semua hartanya yang pernah ada!

Apa yang terjadi selanjutnya?

Fantastis, enam bulan kemudian Trump sudah berhasil membuat kesepakatan terbesar dalam sejarah bisnisnya. Tiga tahun berikutnya, Trump mampu mendapat keuntungan sebesar US$3
Milliar. Ia pun berhasil menulis kembali buku terbarunya yang diberi judul “The Art of The Comeback”. Dalam bukunya ini Trump bercerita bagaimana kebangkrutan yang menimpanya
justru menjadikannya lebih bijaksana, kuat dan fokus daripada sebelumnya. Bahkan ia berpikir, jika saja musibah itu tidak terjadi, maka ia tidak akan pernah tahu teman sejatinya dan tidak akan menjadikannya lebih kaya dari yang sebelumnya. Luar biasa bukan?🙂

Kecerdasan Emosi memberikan seseorang keteguhan untuk bangkit dari kegagalan, juga mendatangkan kekuatan pada seseorang untuk berani menghadapi ketakutan.

Tidak sama halnya seperti kecerdasan otak atau IQ, kecerdasan emosi hadir pada setiap org & bisa dikembangkan. Berikut beberapa tips bagaimana cara mengasah kecerdasan emosi:

1. Selalu hidup dengan keberanian.

Latihan dan berani mencoba hal-hal baru akan memberikan beragam pengalaman dan membuka pikiran dengan berbagai kemungkinan lain dalam hidup.

2. Selalu bertanggung jawab dalam segala hal.

Ini akan menjadi jalan untuk bisa mendapatkan kepercayaan orang lain dan mengendalikan kita untuk tidak mudah menyerah. “being accountable is being dependable”

3. Berani keluar dari zona nyaman.

Mencoba keluar dari zona nyaman akan membuat kita bisa mengeksplorasi banyak hal.

4. Mengenali rasa takut dan mencoba untuk menghadapinya.

Melakukan hal ini akan membangun rasa percaya diri dan dapat menjadi jaminan bahwa segala sesuatu pasti ada solusinya.

5. Bersikap rendah hati.

Mau mengakui kesalahan dalam hidup justru dapat meningkatkan harga diri kita.

So, kuasailah kecerdasan emosi !

Karena mengendalikan emosi merupakan salah satu faktor penting yang bisa mengendalikan  kita menuju sukses dan juga menikmati warna-warni kehidupan.🙂

*********** Resource Box ****************

Belajar Bisnis bersama Anne Ahira:
Download 5 Video Training pertama
Gratis di member area!

Kunjungi: http://www.AsianBrain.com klik!

 

Nikmatilah Perbedaan!

Ditulis oleh: Anne Ahira
Perbedaan adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa!
Lihatlah sekeliling kita, indahnya warna-warni bunga, warna-warni satwa, dan segala keragaman lain yang menghiasi dunia. Bayangkan kalau kita hanya mengenal warna hitam saja! Alangkah gelapnya dunia ini!🙂 Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni, kita tidak akan merasakan hidup semeriah dan seindah sekarang ini, betul?! J
Begitu pun dengan kehidupan, setiap insan selalu berhadapan dengan segala macam perbedaan dan warna-warni kehidupan. Tapi sayang, tidak semua orang mampu melihat perbedaan sebagai kekayaan. Banyak orang merasa tersiksa karena perbedaan alias mereka tidak mampu menikmatinya.
Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya karena perbedaan. Entah itu perbedaan warna kulit, agama, suku bangsa, prinsip, atau sekadar pendapat. Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa dihindari. Setiap orang lahir dengan perbedaan dan keunikannya masing-masing. Mulai dari perbedaan fisik, pola pikir, kesenangan, dan lain-lain.
Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama. Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak selalu menguntungkan. Coba bayangkan, seandainya semua orang memiliki kemampuan memimpin, lantas siapa yang mau dipimpin? Kalau semua orang menjadi orang tua, siapa yang mau jadi anak? Siapa juga yang akan menerima sedekah, jika semua orang ditakdirkan kaya?
Perbedaan ada bukan untuk dijadikan alat perpecahan. Banyak hal positif yang bisa kita peroleh dengan perbedaan. Namun, tentu saja semua itu harus bersyarat. Nah, syarat apa saja yang harus dipenuhi?

Berikut di antaranya…

  • Cara pandang kita terhadap perbedaan.

Berpikirlah positif dengan mensyukuri adanya perbedaan. Anggaplah perbedaan sebagai kekayaan. Cara pandang yang benar akan melahirkan sikap yang tepat. Ada baiknya kita mencari persamaan terlebih dahulu, sebelum mencari perbedaan.

  • Kelola perbedaan sebaik mungkin.

Musyawarah untuk mencapai kesepakatan adalah jalan yang tepat untuk mengelola perbedaan. Berlatihlah utk menghargai, menerima, menjalankan dan bertanggungjawab terhadap keputusan bersama, meski berlawanan dengan ide awal kita.

  • Selalu posisikan segala sesuatu pada tempatnya.

Saat bekerja sama dengan orang lain, salurkan potensi, karakter, minat yang berbeda-beda pada posisi ‘yang tepat’. Cara ini akan mendorong tercapainya tujuan bersama dan mendukung pengembangan potensi masing-masing individu.

  • Jangan pernah meremehkan orang lain.

Apapun dan bagaimana pun kondisi atau pendapat orang lain, perlakukan mereka selayaknya diri kita ingin diperlakukan. Anggaplah semua orang penting. Mereka memiliki peran tersendiri, yg bisa jadi tdk bisa digantikan oleh orang lain.

  • Jangan menonjolkan diri atau sombong.

Merasa diri paling penting dan lebih baik daripada orang lain *tidak akan* menambah nilai lebih bagi kita. Toh kita tidak bisa hidup tanpa orang lain.

Jadilah beton dalam bangunan. Meski tidak nampak, namun sesungguhnya ialah yang menjadi penyangga kokohnya sebuah bangunan.

  • Cari sumber informasi yang terjamin kebenarannya.

Perbedaan bisa muncul karena informasi yang salah. Oleh sebab itu, pastikan sumber informasi kita bisa terjamin dan dapat dipercaya kebenarannya. Lebih bagus lagi jika disertai bukti yang mendukung.

  • Koreksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain.

Menyalahkan orang lain terus menerus tidak akan banyak membantu kita. Bisa jadi kesalahan sebenarnya terletak pada diri kita. Karenanya, koreksi diri sendiri terlebih dahulu merupakan langkah yang paling bijaksana.

So, berhentilah menyesalkan perbedaan. Karena jika tidak, Anda akan kehilangan sumber kebahagiaan! J

 

Sukses selalu untuk Anda!

 

Landasan, Asas, Tujuan, Prinsip Koperasi

Landasan, Asas, dan Tujuan Koperasi

Menurut pasal 2 UU Nomor 25 Tahun 1992, Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berdasar atas asas kekeluargaan.

Sedangkan Pasal 3 memuat tujuan koperasi, yaitu untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Prinsip Koperasi

Koperasi bekerja berdasarkan beberapa prinsip. Prinsip ini merupakan pedoman bagi Koperasi dalam melaksanakan nilai-nilai Koperasi.

  1. Keanggotaan sukarela dan terbuka. Koperasi adalah organisasi yang keanggotaannya bersifat sukarela, terbuka bagi semua orang yang bersedia menggunakan jasa-jasanya, dan bersedia menerima tanggung jawab keanggotaan, tanpa membedakan gender, latar belakang sosial, ras, politik, atau agama.
  2. Pengawasan oleh anggota secara demokratis. Koperasi adalah organisasi demokratis yang diawasi oleh anggotanya, yang secara aktif menetapkan kebijakan dan membuat keputusaan laki-laki dan perempuan yang dipilih sebagai pengurus atau pengawas bertanggung jawab kepada Rapat Anggota. Dalam Koperasi primer, anggota memiliki hak suara yang sama (satu anggota satu suara) dikelola secara demokratis.
  3. Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi. Anggota menyetorkan modal mereka secara adil dan melakukan pengawasan secara demoktaris. Sebagian dari modal tersebut adalah milik bersama. Bila ada balas jasa terhadap modal, diberikan secara terbatas. Anggota mengalokasikan SHU untuk beberapa atau semua dari tujuan seperti di bawah ini : a) Mengembangkan Koperasi. Caranya dengan membentuk dana cadangan, yang sebagian dari dana itu tidak dapat dibagikan. b) Dibagikan kepada anggota. Caranya seimbang berdasarkan transaksi mereka dengan koperasi. c) Mendukung keanggotaan lainnya yang disepakati dalam Rapat Anggota.
  4. Otonomi dan kemandirian. Koperasi adalah organisasi otonom dan mandiri yang diawasi oleh anggotanya. Apabila Koperasi membuat perjanjian dengan pihak lain, termasuk pemerintah, atau memperoleh modal dari luar, maka hal itu haarus berdasarkan persyaratan yang tetap menjamin adanya upaya: a) Pengawasan yang demokratis dari anggotanya. b) Mempertahankan otonomi koperasi.
  5. Pendidikan, pelatihan dan informasi. Koperasi memberikan pendidikan dan pelatihan bagi anggota, pengurus, pengawas, manager, dan karyawan. Tujuannya, agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan lebih efektif bagi perkembangan Koperasi. Koperasi memberikan informasi kepada maasyarakat umum, khususnya orang-orang muda dan tokoh-tokoh masyaralat mengenai hakekat dan manfaat berkoperasi.
  6. Kerjasamaa antar koperasi. Dengan bekerjasama pada tingkat lokal, regional dan internasional, maka: a) Gerakan Koperasi dapat melayani anggotanya dengan efektif. b) Dapat memperkuat gerakan Koperasi.
  7. Kepedulian terhadap masyarakat. Koperasi melakukan kegiatan untuk pengembangan masyarakat sekitarnya secara berkelanjutan melalui kebijakan yang diputuskan oleh Rapat Anggota.

Sementara itu Prinsip Koperasi menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian adalah:

  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
  3. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
  4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
  5. Kemandirian.
  6. Pendidikan perkoperasian.
  7. Kerja sama antar Koperasi.

PENGERTIAN KOPERASI

Secara umum koperasi dipahami sebagai perkumpulan orang yang secara sukarela mempersatukan diri untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka, melalui pembentukan sebuah perusahaan yang dikelola secara demokratis.

Sedangkan pengertian koperasi menurut beberapa pandangan adalah sebagai berikut :

a. Menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian,

Pengertian Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

b. Sementara menurut ICA Cooperative Identity Statement, Manchester, 23 September 1995

Koperasi adalah perkumpulan otonom dari orang-orang yang bersatu secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial, dan budaya bersama melalui perusahaan yang mereka miliki bersama dan mereka kendalikan secara demokratis.

c. Moh. Hatta, 1954

Koperasi didirikan sebagai persekutuan kaum yang lemah untuk membela keperluan hidupnya. Mencapai keperluan hidupnya dengan ongkos yang semurah-murahnya, itulah yang dituju. Pada koperasi didahulukan keperluan bersama, bukan keuntungan.

d. Dr. C.R Fay

…..suatu perserikatan dengan tujuan berusaha bersama yang terdiri atas mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangan tidak memikirkan diri sendiri sedemikian rupa. Sehingga masing masing sanggup menjalankan kewajibannya sebagai anggota dan mendapat imbalan sebanding dengan tingkat hubungan mereka dengan perserikatan itu.

e. ILO 1966 dikutip dari Edilius dan Sudarsono, 1993

Koperasi adalah suatu perkumpulan orang, biasanya yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas, yang melalui suatu bentuk organisasi perusahaan yang diawasi secara demokratis, masing-masing memberikan sumbangan yang setara terhadap modal yang diperlukan, dan bersedia menanggung risiko serta menerima imbalan yang sesuai dengan usaha yang mereka lakukan.

Dari beberapa pengertian di atas, penjabaran yang lebih rinci mengenai koperasi adalah sebagai berikut :

1. Koperasi didirikan atas dasar adanya kesamaan kebutuhan diantara anggotanya.

2. Koperasi didirikan atas dasar kesadaran mengenai keterbatasan kemampuan.

3. Koperasi didirikan atas dasar sukarela dan keterbukaan.

4. Koperasi menjunjung tinggi asas demokrasi.

5. Koperasi didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya atas dasar perikemanusiaan.

6. Koperasi melakukan usaha dan kegiatan di bidang yang dapat memenuhi kebutuhan bersama para anggotanya.

7. Koperasi adalah gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan, bukan perkumpulan modal.

8. Koperasi bertujuan memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

9. Koperasi dapat beranggotakan orang per orang atau badan hukum koperasi.

PATRIOTISME

A.    Pengertian dan Makna Patriotisme

Secara terminologis, patriotisme berasal dari kata “patriot” dan “isme” yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan, atau “heroism” dan “patriotism” dalam bahasa Inggris. Menurut Stanford Encycloedia of Philosophy, patriotisme bisa didefinisikan sebagai kecintaan terhadap bangsa dan negara, rasa kebanggaan sebagai warga negara, serta perhatian khusus terhadap sisi positif dari negara dan rakyatnya. Patriotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Pengorbanan ini dapat berupa pengorbanan harta benda maupun jiwa raga.

Pengertian Patriotisme adalah sikap untuk selalu mencintai atau membela tanah air, seorang pejuang sejati, pejuang bangsa yang mempunyai semangat, sikap dan perilaku cinta tanah air, dimana ia sudi mengorbankan segala-galanya bahkan jiwa sekalipun demi kemajuan, kejayaan dan kemakmuran tanah air.

patriotisme lebih berbicara akan cinta dan loyalitas. Patriotisme memiliki beberapa dimensi dengan berbagai istilah, namun Staub (1997) membagi patriotisme dalam dua bagian yakni blind danconstructive patriotism (patriotisme buta dan patriotisme konstruktif). Sementara Bar-Tal (1997) menyisipkan conventional patriotism diantaranya.

Staub menyatakan patriotisme sebagai sebuah keterikatan (attachment) seseorang pada kelompoknya (suku, bangsa, partai politik, dan sebagainya). Keterikatan ini meliputi kerelaan seseorang dalam mengidentifikasikan dirinya pada suatu kelompok sosial (attachment) untuk selanjutnya menjadi loyal.

Dari rentetan sejarah pemahaman patriotisme, nampaknya patriotisme yang kemudian populer dan dikenal masyarakat luas, tidak hanya di Indonesia, namun juga di dunia ialah blind patriotism. Hal ini mendorong Staub juga Bar-tal menghimbau dalam bukunya, “Patriotism-in the lives of individuals and nations”, untuk mempopulerkan dimensi patriotisme yang semestinya lebih merasuk yaitu constructive patriotism.

Sikap patriotisme bangsa Indonesia telah dimulai sejak jaman penjajahan, dengan banyaknya pahlawan pahlawan yang gugur dalam rangkan mengusir penjajah seperti Sultan Hasanudin dari Makasar, Pangeran Diponogoro dari Jawa tengah, Cut Nyadie, Tengku Umar dari Aceh dll. Sikap patriotis mjemuncang setelah proklamasi kemerdekaan pada priode perjuangan phisik antara tahun 1945 sampai 1949 yaitu pride mempertahankan negara dari keinginan Belanda untuk kembali menjajah Indonesia. Sikap patriotisme adalah sikap sudi berkorban segala-galanya termasuk nyawa sekalipun untuk mempertahankan dan kejayaan negara.

 

B.     Ciri-ciri Patriotisme

Ada beberapa ciri yang menunjukkan seseorang memiliki jiwa patriotisme, diantaranya :

  1. cinta tanah air
  2. menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa dan dan Negara diatas kepentingan kelompok dan individu
  3. tidak kenal menyerah dan putus asa
  4. rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara
  5. berjiwa pembaharu

 

Selain hal di atas, dalam patriotisme konstruktif terdapat 2 (dua) faktor penting yaitu mencintai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Seorang yang layak disebut patriot adalah orang yang menjunjung dan mencintai kelompok baik itu kelompok partai atau bangsa atau negara, namun lebih dari itu ia juga harus menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Disinilah diperlukan sikap peduli yang muncul dalam kritik dan evaluasi.

 

C.      Pentingnya Patriotisme bagi Pemuda

Patriotisme atau Kepahlawanan adalah watak untuk berkorban guna sesuatu tugas Besar dan Cita2 Besar sebagai perluasan dari “Pahlawan adalah ia yang berkorban untuk Tugas besar dan Cita2 besar” [Un hero est celui, qui se sacrifie a un grand devoir, ou a une grande idée”; Livre d’Or, De la Comptesse Diane]. Kepahlawanan bukan monopolinya seseorang atau segolongan tetapi Kepahlawanan adalah suatu perhiasan watak, yang setiap rakyat kita dapat memiliki, asal ia bersedia berkorban untuk “un grand devoir” (untuk sesuatu Tugas besar) atau untuk “une grand idée” (untuk sesuatu Cita-cita besar).

Tugas besar dan Cita-cita besar itu ialah tidak lain daripada hidup merdeka, bernegara kebangsaan, sederajat dengan bangsa-bangsa lain dalam keadaan mana Rakyat semua memperkembangkan dan dapat menyuburkan nilai-nilai kemanusiaannya. Dan bila yang dimaksud dengan semangat Kepahlawanan itu adalah cara berdaya dan berusaha untuk menjalankan Tugas besar dan Cita-cita besar itu, maka teranglah kiranya, bahwa cara amal dan cara perbuatan itulah yang penting sekali.

Amal dan perbuatan, dijiwai dengan semangat bersedia untuk berkorban, menentukan nilai dan mutu Kepahlawanan setiap orang. Dan tidak sedikit pula yang diharapkan dari kita semua amal dan perbuatan yang sesuai dengan keadaan yang nyata daripada Rakyat kita dewasa ini. Untuk inipun diperlukan dari kita sekalian keberanian dan kejujuran dalam menilai keadaan dan perasaan Rakyat kita yang sebenar-benarnya. Untuk Negara Pancasila, para pahlawan Rakyat kita dulu itu berjoang dan berkorban ! Dan mereka meninggalkan kepada kita dewasa ini, suatu Amanat suci dan Amanat keramat yakni Amanat Kepahlawanan Rakyat Indonesia, amanat tentang caranya melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat kita. Pada pokoknya, cara-cara perjuangan dan kebaktiannya itu ialah secara revolusioner, secara dinamis, secara heroik dan patriotik, dan terutama secara jujur dan ikhlas, dengan selalu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Bangsa Indonesia terkenal akan budayanya yang beraneka ragam dan memiliki kekayaan yang melimpah ruah yang tidak dimiliki bangsa lain. Indonesia juga terkenal dengan penduduknya yang ramah – ramah dan menerima pendapat serta perbedaan – perbedaan di lingkungan Bangsa Indonesia. Indonesia telah mulai belajar menerima dan memahami perbedaan sesungguhnya dengan lebih terbuka. Patriotisme konstruktif juga membutuhkan keterlibatan politik dalam arti luas. Tidak berarti harus tergabung dalam politik praktis, melainkan adanya aktivitas untuk mendapatkan informasi politik atau hal-hal yang berkaitan dengan kelompoknya. Dengan lebih mengenal kelompoknya baik karakteristik maupun permasalahannya, akan memudahkan seseorang untuk bisa lebih pedulli atau terlibat, termasuk mengkritisi untuk menghasilkan perubahan positif.

Patriotisme pemuda Indonesia telah memiliki peranan penting dalam mengubah perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Mulai dari Sumpah Pemuda tahun 1928 hingga era reformasi 1998. Semuanya tak lepas dari peran pemuda pada saat itu. Semangat patriotisme generasi muda ini masih sangat diperlukan untuk eksistensi bangsa ini.

Banyak cara yang dapat menunjukkan bahwa pemuda mempunyai jiwa patriotisme, diantaranya dengan mengisi kegiatan sehari-harinya dengan hal-hal yang positif dan berguna bagi dirinya sendiri, masyarakat dan bangsa. Seperti lewat kegiatan olahraga, seni, diskusi, pendidikan dan lain sebagainya.

Namun saat ini banyak pemuda yang sudah berkurang sikap patritismenya. Generasi muda yang anti patriotisme adalah mereka-mereka yang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan, norma sosial dan agama serta yang dapat merugikan dirinya sendiri. Seperti mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang, gemar minum minuman keras, pergaulan bebas dan sejenisnya adalah bentuk dari sikap anti patriotisme.

Para pemuda meruapakan tonggak dari sebuah negara. Jika pemudanya sudah tidak mempunyai jiwa patriotisme, maka kita hanya akan tinggal menunggu saja kehancuran negara tersebut. Para pemuda harus terus belajar meningkatkan kualitas dirinya, sehingga kelak dapat menjadi pemimpin yang baik. Karena Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk jiwa patriotisme para generasi muda.

Salah satu bentuk patriotisme pemuda pada jaman dahulu ditunjukkan denagan adanya peristiwa Sumpah Pemuda. gerakan Sumpah Pemuda yang bertujuan untuk mempersatukan bangsa Indonesia.

 

D.      Manfaat Sikap Patriotisme

Patriotisme merupakan wujud sikap cinta tanah air. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang menyentuh aspek jiwa pada pelajar. Patriotisme membawa kemajuan bangsa apalagi dalam bidang pendidikan. Sikap patriotisme, nasionalisme, dan hidup mandiri merupakan hal yang sangat penting. Karena akan membawa kemakmuran dan kemajuan suatu bangsa.

Membangun Sikap Patriotisme Pada Anak Melalui Pendidikan Melalui pendidikan diharapkan dapat mendidik sumber daya manusia (SDM) Indonesia sejak dini agar memiliki jiwa patriotisme. Sebab jika kita menghayati dan memahami diri sebagai bagian dari bangsa kita perlu merenungkan bagaimana dapat menghentikan dan menyelamatkan bumi dan tanah air kita dari kehancuran. Sebab karena kelemahan dari sebagian masyarakat kita telah menyebabkan kehilangan banyak hal. Untuk itulah mulai sekarang kita harus berbenah diri, berusaha dan berjuang.

Program ini harus ditanamkan pada anak sejak dini. Dengan menanamkan sikap tersebut sejak dini generasi penerus kita mampu bertindak sesuai dengan nuraninya dan mampu membangun bangsa tanpa tergantung pada bangsa lain. Mengingat pentingnya hal tersebut sehingga harus diajarkan pada anak sejak usia dini. Sebab pendidikan yang diberikan pada anak sejak dini dapat memberikan dasar pengetahuan secara spiritual, emosional, dan intelektual dalam mencapai potensi yang optimal. Jika pendidikan sudah diberikan dengan tepat sesuai dengan bakat dan lingkungan peserta maka lima atau sepuluh tahun ke depan negara kita akan memiliki aset SDM yang berkualitas dan tangguh sehingga dapat bersaing dengan bangsa lain dan memiliki keunggulan.

 

E.       Permasalahan Patriotisme pada Pemuda

Mengenai sikap patriotisme siswa masih sangat minim. Gambaran ini tercemin dari banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan siswa, yaitu sebagai berikut :

  1. Masih banyak siswa yang bolos sekolah.
  2. Banyak yang tidak mencintai produk dalam negeri.
  3. Coretan-coretan kotor dimana-mana yang merusak keindahan lingkungan.
  4. Masih ada yang tidak mentaati peraturan sekolah.
  5. Membuang sampah sembarangan.
  6. Perkelahian antar pelajar

 

F.       Sikap-sikap Patriotisme

Ada sikap-sikap yang dapat kita lakukan untuk menunjukkan bahwa kita memiliki jiwa patriotisme. Secara umum, kita dapat menerapkan patriotisme seperti :

  1. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
  2. Setia memakai produksi dalam negeri.
  3. Rela berkorban demi bangsa dan negara.
  4. Bangga sebagai bangsa dan bernegara indonesia.
  5. Mendahulukan kepentingan negara dan bangsa diatas kepentingan pribadi
  6. Menjaga nama baik bangsa dan negara.
  7. Berprestasi dalam berbagai bidang untuk mengharumkan nama bangsa dan negara.
  8. Setia kepada bangsa dan negara terutama dalam menghadapi masuknya dampak negatif globalisasi ke indonesia .

 

Patriotisme dapat diterapkan kehidupan berbangsa dan bernegara, hidup bermasyarakat, dalam sekolah, dan dalam lingkungan keluarga.

Dalam kehidupan keluarga

  • Menyaksikan film perjuangan
  • Membaca buku bertema perjuangan
  • Mengibarkan bendera merah puti pada hari-hari tertentu

Dalam kehidupan sekolah

  • Melaksanakan upacara bendera
  • mengkaitkan materi pelajaran dengan nilaiu-nilai perjuangan
  • belajar dengan sungguh nsungguh untuk mkemajuan n

Dalam kehidupan masyarakat

  • Mengembangkan sikap mkesetia kawanan sosial mdilingkungannya
  • Memelihara kerukunan diantara sesama warga

Dalam kehidupan berbangsa

  • Meningkatkan persatuan dan kesatuan
  • Melaksanakan Pancasila dan UUD 45
  • Mendukung kebijakan mpemerintah
  • Mengembangkan kegiatan nusaha produktif
  • Mencintai dan memakai produk dalam negri
  • Mematuhi peraturan hokum
  • Tidak mai hakim sendiri
  • Menghormati dan menjungjung tinggi supremasi hokum
  • Menjaga kelestarian lingkungan

 

G.      Cara Menumbuhkan Jiwa Patriotisme

Semangat patriotisme sangat diperlukan dalam pembangunan bangsa agar setiap elemen bangsa bekerja dan berjuang keras mencapai jati diri dan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa yang bermartabat. Jati diri dan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa ini merupakan modal yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan di masa depan. Penguatan semangat patriotisme dalam konteks globalisasi saat ini harus lebih dititikberatkan pada elemen-elemen strategis dalam percaturan global. Oleh karena itu, strategi yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Penguatan peran lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dalam ikut membangun semangat nasionalisme dan patriotisme, terutama di kalangan generasi muda. Sebagai contoh: Gerakan Pramuka. Generasi muda adalah elemen strategis di masa depan. Mereka sepertinya menyadari bahwa dalam era globalisasi, generasi muda dapat berperan sebagai subjek maupun objek.
  2. Penguatan semangat nasionalisme dan patriotisme pada masyarakat  yang tinggal di wilayah-wilayah yang dalam perspektif kepentingan nasional dinilai strategis
  3. Penguatan semangat nasionalisme dan patriotisme pada masyarakat yang hidup di daerah rawan pangan (miskin), rawan konflik, dan rawan bencana alam.
  4. Peningkatan apresiasi terhadap anggota atau kelompok masyarakat yang berusaha melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya bangsa. Demikian pula dengan anggota atau kelompok masyarakat yang berhasil mencapai prestasi yang membanggakan di dunia internasional.
  5. Peningkatan peran Pemerintah dan masyarakat RI dalam ikut berperan aktif dalam penyelesaian berbagai persoalan regional dan internasional, seperti: penyelesaian konflik, kesehatan, lingkungan hidup, dan lain-lain

 

Semua patut prihatin dengan keadaan tanah air yang semakin hari – semakin berkurang sikap patriotismenya, yang sebenarnya dapat di atasi dengan langkah atau tindakan yang sifatnya menyuluruh. Yang paling utama dari dalam diri sendiri yang punya keinginan untuk merubahnya.

Berikut ini adalah beberapa upaya untuk bisa menumbuhkan jiwa patriotisme :

  1. Melestarikan budaya bangsa (seperti : melakukan upacara bendera setiap hari senin dan hari-hari penting)
  2. Melaksanakan study tour ke museum yang berisi sejarah tentang patriotisme atau kepahlawanan.
  3. Membudidayakan buang sampah pada tempatnya dan tepat waktu datang ke sekolah.
  4. Melestarikan Budaya Malu : Bila terlambat ,bila tidak mengerjakan tugas.

 

Di Republik Indonesia kita ini tidak mengenal adanya perbedaan etnis, siapakah dia dan dari rumpun manakah dia berasal yang jelas itulah Indonesia, yang melalui Kongres Pemuda Tahun 1928 di Jakarta diikat dengan semangat Sumpah Pemuda. Ber Tanah Air yang Satu, Tanah Air Indonesia. Berbangsa yang Satu, Bangsa Indonesia. Dan Berbahasa yang Satu, Bahasa Indonesia.

            Berangkat hal itu semua, marilah kita selalu berpegang kepada semangat ber-Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan semboyan pemersatu bangsa sejak dulu. Hilangkan pikiran-pikiran baru yang rusak dan tidak bertanggungjawab atas upaya untuk melakukan suatu pergeseran makna rasa kebersamaan dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semua harus sadar bahwa ketika hak azasi seseorang yang terlahir dan berasal-usul dari wilayah negeri yang terbentang dari Sabang hingga Merauke ini juga memiliki hak dan kewajiban serta tanggungjawab yang sama atas bangsa dan negaranya. Oleh karena perlunya kita menghargai keragamanan, tentunya dimanapun terjadinya pesta demokrasi baik di pusat atau di daerah, hendaknya menjadi ajang aspirasi yang paling demokratis tanpa dibayangi atau dihantui serta diracuni dengan pikiran-pikiran sempit dari sebagian atau sekelompok orang tertentu yang hendak memudarkan semangat Nasionalisme dalam konteks berbangsa dan bernegara.

Dengan memegang semangat patriotisme yang tinggi atau menghargai sebuah keragaman seperti yang dimaksudkan di atas, maka pada akhirnya nanti masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi benar-benar akan menikmati pesta demokrasi ini secara lansung, umum, bebas dan rahasia serta jujur dan adil sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila.

 

H.      Membangun Patriotisme berbasis Pancasila

Pancasila dapat dijadikan sebagai core value atau landasan utama bagi kecintaan kita terhadap bangsa dan negara karena Pancasila memuat nilai-nilai yang cukup universal dan masih relevan hingga saat ini. Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan adalah nilai-nilai yang juga digunakan sebagai filosofi dasar oleh negara-negara lain.

Dalam suasana Hari Pahlawan, momen seperti ini merupakan saat yang tepat untuk merenungkan kembali persoalan-persoalan kebangsaan kita khususnya mengenai jiwa dan semangat patriotisme yang makin lama makin luntur dari hati segenap rakyat Indonesia.     Patriotisme merupakan sikap kecintaan terhadap bangsa dan negara yang diwujudkan dalam bentuk rasa bangga sebagai warga negara. Implementasinya adalah kerelaan untuk menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Namun, jiwa patriotisme ini sepertinya sudah mulai luntur dari hati dan sanubari rakyat Indonesia. Konflik antargolongan, kejahatan korupsi, dan kecenderungan masyarakat untuk mengikuti western style, merupakan sebagian kecil dari fenomena di masyarakat yang menunjukkan lunturnya jiwa patriotisme tersebut. Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja karena jiwa patriotisme bagaimana pun sangat diperlukan karena menjadi pengikat warga negara dengan negara yang didirikannya.

Patriotisme yang diaktualisasi dan dikontekstualisasi ini akan berkaitan dengan rasa kecintaan terhadap bangsa dan negara. Maksudnya, kita perlu menilik kembali nilai positif apa yang membuat bangsa dan negara Indonesia ini pantas untuk kita cintai, kita bela, dan kemudian kita bangga menjadi warga negaranya. Hal ini bisa menjadi alternatif baru bagi implementasi jiwa dan semangat patriotisme yang menitikberatkan pada rasa kecintaan kita atas bangsa dan negara tersebut.

Kita, oleh karenanya, pantas berbangga terhadap negara kita karena negara ini didirikan di atas nilai yang menghargai manusia dengan segala dimensi yang ada di dalamnya, seperti dimensi religius (ketuhanan), dimensi sosial-politik-ekonomi (persatuan, kerakyatan, dan keadilan). Negara ini tidak didasarkan atas nilai religius saja (ketuhanan) atau humanitas saja (kemanusiaan), tetapi kesemuanya disusun dan ditempatkan dalam satu kesatuan yang saling berkaitan.

Ketika kita menempatkan Pancasila sebagai nilai dasar bagi semangat patriotisme, berarti ada kejelasan ketika kita dihadapkan pada pertanyaan mengenai nilai dasar di atas. Artinya ketika kita masing-masing dihadapkan pada pertanyaan: apa keunggulan dari Indonesia sehingga ia pantas kita cintai, kita bisa dengan mantap melontarkan jawaban, yaitu bahwa negara ini didirikan di atas Pancasila, landasan filosofis yang berisikan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Itulah Pancasila: dasar negara dan dasar filosofis negara yang menunjukkan keunggulan kita sebagai bangsa IndonesiA.


KESIMPULAN

 

Patriotisme bisa didefinisikan sebagai kecintaan terhadap bangsa dan negara, rasa kebanggaan sebagai warga negara, serta perhatian khusus terhadap sisi positif dari negara dan rakyatnya. Patriotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Pengorbanan ini dapat berupa pengorbanan harta benda maupun jiwa raga.

Dalam patriotisme konstruktif terdapat 2 (dua) faktor penting yaitu mencintai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Sedangkan ciri-ciri dari patriotisme retdiri dari : cinta tanah air; menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa dan dan Negara diatas kepentingan kelompok dan individu; tidak kenal menyerah dan putus asa; rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara; berjiwa pembaharu.

Patriotisme pemuda Indonesia telah memiliki peranan penting dalam mengubah perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Para pemuda meruapakan tonggak dari sebuah negara. Jika pemudanya sudah tidak mempunyai jiwa patriotisme, maka kita hanya akan tinggal menunggu saja kehancuran negara tersebut. Para pemuda harus terus belajar meningkatkan kualitas dirinya, sehingga kelak dapat menjadi pemimpin yang baik.

sikap-sikap yang dapat kita lakukan untuk menunjukkan bahwa kita memiliki jiwa patriotisme. Secara umum, kita dapat menerapkan patriotisme seperti : Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa; Setia memakai produksi dalam negeri; Rela berkorban demi bangsa dan negara; Bangga sebagai bangsa dan bernegara indonesia; Mendahulukan kepentingan negara dan bangsa diatas kepentingan pribadi; dan Menjaga nama baik bangsa dan negara.

Semangat patriotisme sangat diperlukan dalam pembangunan bangsa agar setiap elemen bangsa bekerja dan berjuang keras mencapai jati diri dan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa yang bermartabat.

Kita, oleh karenanya, pantas berbangga terhadap negara kita karena negara ini didirikan di atas nilai yang menghargai manusia dengan segala dimensi yang ada di dalamnya, seperti dimensi religius (ketuhanan), dimensi sosial-politik-ekonomi (persatuan, kerakyatan, dan keadilan). Negara ini tidak didasarkan atas nilai religius saja (ketuhanan) atau humanitas saja (kemanusiaan), tetapi kesemuanya disusun dan ditempatkan dalam satu kesatuan yang saling berkaitan.

 

 

DAFTAR SUMBER

www.pembelajar.com/menghidupkan-patriotisme diakses pada tanggal 25 November 2011

http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailopiniindex&kid=5&id=4580 diakses pada tanggal 25 November 2011

http://en.wikipedia.org/wiki/Social_Patriotism diakses pada tanggal 25 November 2011

http://id.wikipedia.org/wiki/Patriotisme diakses pada tanggal 25 November 2011

http://rachmat-didi.blogspot.com/2010/04/nasionalisme-dan-patriotisme.html diakses pada tanggal 29 November 2011

http://www.scribd.com/doc/55152479/ciri-ciri-patriotisme diakses pada tanggal 29 November 2011

http://www.e-psikologi.com/epsi/sosial_detail.asp?id=274 diakses pada tanggal 30 November 2011

http://thanty92.blogspot.com/2011/01/makalah-nasionalisme-dan-patriotisme.html diakses pada tanggal 30 November 2011